Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
PPMT Category
online
counseling
hut70   »   The Project   »   

PUSAT PELATIHAN MISI TERPADU

Program MILITAN
MILITAN = MelayanI, meLatIh dan mensejahTerakAN, adalah sebuah program pelatihan yang holistik mencakup Pelatihan Pertumbuhan Rohani dan Pelatihan Karakter yang dikombinasikan dengan pelatihan keterampilan pertanian/Peternakan dan kewirausahaan yang terpadu, sehingga diharapkan mampu membantu meng-upgrading para pelayan Tuhan hingga mampu menjadi agen mensejahterakan masyarakat.

MISI PPMT
"Untuk menghasilkan dan meningkatkan kualitas hamba-hamba Tuhan dan pelayan-pelayan Tuhan untuk ladang Tuhan di pedesaan dan pedalaman, agar menjadi pemimpin rohani dan pemimpin masyarakat yang cakap dan memenuhi tantangan zaman, yang memiliki karakter rohani yang kuat, berintegritas dan memiliki kualitas dalam menjalankan tugas-tugas penggembalaan umat, selain itu ia juga mampu untuk menjadi seorang Pelopor, Inisiator, Motivator, Fasilitator dan Mobilisator pergerakan pembangunan masyarakat pedesaan."



Secara umum kondisi dan keadaan masyarakat di desa di Indonesia senantiasa menghadapi masalah-masalah laten, seperti: kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kualitas pendidikan yang rendah, kualitas kesehatan yang minim dan gizi yang buruk, kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan, kurangnya pemberdayaan potensi daerah, problem moral dan sosial yang saling terkait dengan problem-problem lainnya.
Khususnya bagi gereja-gereja Tuhan di pedesaan/dusun yang terpencil di beberapa kantong Kristen di Indonesia sungguh memprihatinkan. Nyaris tak tersentuh kemajuan oleh pemerintah pusat/daerah, infra-struktur yang sangat terbatas, nyaris terisolisasi dari dunia luar.
Program ini diselenggarakan dengan sebuah kesadaran bahwa upaya untuk peningkatan, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa diperlukan pendekatan secara terpadu/terintegrasi dan holistik, tidak hanya mencakup bidang rohani saja, tetapi juga mencakup bidang fisik dan ekonomi, karakter, Kewirausahaan, dll. Maka disusunlah sebuah program Pelatihan Misi Terpadu selama 50 hari ini, untuk memenuhi misi panggilan Amanat Agung Tuhan Yesus (Mat 28:19-20), sekaligus Mandat Budaya (Kej 2:15).

Secara umum kondisi dan keadaan gereja-gereja Tuhan di pedesaan/dusun yang terpencil di beberapa kantong Kristen di Indonesia sungguh memprihatinkan, antara lain:

JUMLAH ROHANIWAN TERBATAS
~ Semangat untuk pendirian jemaat baru (church planting) dipedesaan/dusun pada masa-masa yang lalu begitu pesat, namun sayang tidak diiringi jumlah rohaniwan yang ada. Kebutuhan rohaniwan masih sangat besar diperlukan
~ Banyak gereja-gereja di kantong-kantong Kristen yang belum memiliki gembala/rohaniwan, mengingat jumlah rohaniwan begitu terbatas sehingga seorang rohaniwan bisa menggembalakan beberapa gereja lokal sekaligus.

KUALITAS ROHANIWAN TERBATAS
Sebuah realitas juga, bahwa kondisi SDM rohaniwan di pedesaan/dusun yang ada masih lemah kualitasnya:
~ Masih lemah dalam kualitas pengetahuan teologi (skill of theology). Masih begitu banyak rohaniwan di pedesaan/dusun yang belum menyelesaikan S-1 teologi karena faktor pendidikan dasar maupun biaya. Beberapa mereka bahkan belum menyelesaikan pendidikan SMTA
~ Masih lemah dalam kualitas kepemimpinan dalam jemaat (skill of leadership). Banyak rohaniwan di pedesaan/dusun yang lemah dalam pengkaderan, membangun teamwork, kemampuan problem-solving dalam gereja, dll.
~ Masih lemah dalam kualitas Managemen gereja (skill of church management). Banyaknya rohaniwan di pedesaan yang masih lemah dalam mengelola keuangan gereja, transparansi keuangan, penatalayanan, dll.
~ Masih lemah dalam kualitas penggembalaan jemaat (skill of pastoring).

KONDISI JEMAAT
~ Masalah keimanan jemaat yang masih lemah, dilihat dari terpengaruh/melakukan kehidupan lama mereka (seperti: pola pikir yang masih Sinkretisme dan masih akrabnya jemaat dengan praktek Okultisme)
~ Pengaruh "budaya modern" yang cenderung negatif telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat dusun/pedesaan (seperti: gaya hidup konsumtif dan serba ingin instan)
~ Masalah karakter kehidupan jemaat yang masih belum menunjukkan nilai-nilai kristiani, etos kerja yang masih lemah
~ Masalah kesehatan yang buruk dan pola hidup yang buruk dan tidak higienis membuat kualitas hidup menjadi rendah
~ Masalah Pendidikan umum jemaat/masyarakat pedalaman yang umumnya masih rendah, karena fasilitas dan sarana pendidikan di daerah terpencil di pedesaan/dusun umumnya sangat terbatas.

KONDISI INFRA-STRUKTUR
~ Kondisi infra-struktur gereja pedesaan/dusun yang belum memiliki tempat Ibadah (masih memakai rumah-rumah jemaat atau fasilitas umum untuk beribadah)
~ Kalaupun ada, tempat ibadah begitu sederhana dan kurang terawat serta minimnya fasilitas untuk ibadah dan pelayanan. Banyak gereja di pedesaan/dusun yang memerlukan renovasi atau diadakan penambahan gedung/rumah untuk pastori bagi rohaniwan.

KONDISI EKONOMI
~ Kesejahteraan Rohaniwan rendah: Permasalahan Finansial untuk kebutuhan hidup Hamba Tuhan dan Keluarganya. (umumnya dibebankan kepada jemaat namun umumnya jemaat tidak bisa memenuhinya secara maksimal)
~ Kesejahteraan Jemaat rendah: Permasalahan Finansial/perekonomian jemaat/masyarakat pada umumnya adalah masyarakat agraris yang miskin dan sangat bergantung pada kondisi alam sekitarnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka memanfaatkan sumber alam secara sederhana, seperti: pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, atau hidup dari hasil hutan.




KAPEL DAN KELAS: Tersedia ruang Kapel dan kelas bagi seluruh aktifitas ibadah dan proses belajar-mengajar. Setiap peserta pelatihan wajib mengikuti setiap ibadah pagi (chapel) dan Persekutuan Doa malam serta kebaktian-kebaktian lain yang diatur secara khusus, dan wajib mengikuti seluruh kelas yang diselenggarakan.

ASRAMA: Asrama disediakan bagi peserta pelatihan, selain sebagai tempat tinggal bagi peserta selama mengikuti pelatihan, juga sebagai wadah pelatihan Kerohanian dan Pembinaan Karakter yang dilakukan lewat Tata Tertib Asrama, Jadwal Piket Asrama, Kelompok Tumbuh Bersama dengan pembimbingan oleh bapak asrama, serta program-program kreatif kehidupan asrama. 

KEPALA ASRAMA: PPMT menyadari pentingnya seorang gembala bagi para peserta pelatihan untuk memberikan konseling, bimbingan rohani, atau memberikan pengarahan tentang etika pergaulan, konsultasi pelayanan, dan lain sebagainya.

PERPUSTAKAAN: Menyadari pentingnya buku dan jurnal serta literatur lainnya bagi perkembangan pemikiran dan memperlengkapi semua program pelatihan di PPMT, maka disediakan sarana perpustakaan yang layak dan mencukupi kebutuhan literatur bagi peserta pelatihan. Setiap tahun akan terus ditambahkan dengan judul-judul baru dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan misi PPMT. Setiap peserta pelatihan diwajibkan untuk belajar mandiri atau mengerjakan tugas dan menimbah ilmu di ruang perpustakaan ini, setiap malam pk. 19.00-21.00.

SERAGAM: Setiap peserta diberikan seragam sebuah rompi dan topi sebagai seragam kerja dan tanda kesiapan serta tekad mengikuti program pelatihan ini.

FASILITAS LAHAN PERCONTOHAN: Di lokasi PPMT telah disediakan lahan pertanian, peternakan, perkolaman, perkebunan dan rumah pembiakan cacing dan jamur, sebagai sarana pembelajaran langsung pada praktek lapangan, diasuh oleh instruktur-instruktur terlatih dan praktisi yang berpengalaman.



Pelatihan Pelayanan
1. Misi Bagi Kantong Kristen dan Pelayanan Holistik (Seminar)
2. Misi PPMT Militan (Seminar)
3. Teknik Penginjilan Pribadi (Metode EE)
4. Formasi Spiritual dan Aplikasi Praktis
5. Teknik Konseling, Character Building dan Pengembangan SDM
6. Berkotbah Yang Kreatif
7. Kepemimpinan Kristen: Managemen Gereja + Problem Solving and Decision Making
8. Teknik Mempelajari Alkitab Secara Praktis Menjadi Bahan Pelayanan
9. Kreatifitas Pelayanan Anak dan Remaja
10. Area Seminar "Haggai Institute"

Pelatihan Ketrampilan
1. Agribisnis Organik Terpadu:
~ Budidaya Cacing
~ Ternak Unggas, Ternak Ruminansia dan Ternak Non-Ruminansia
~ Budidaya Perikanan (Ikan Lele) dan Teknik Perkolaman
~ Pembuatan Pupuk Organik
2. Pertanian Organik, Hortikultura & Herbal
3. Budidaya Jamur
4. Paul's Tentmaker: Hamba Tuhan Plus
5. Enterpreneurship: Menjadi Pribadi Yang Mandiri dan Kreatif
6. Church Planting (Penanaman Gereja)
7. Teknologi Pangan
8. Budidaya Singkong Gajah
9. Budidaya Karet Unggul



1. Pdt. Freddy Lay, D.Miss.
2. Pdt. Tommy Elim, M.Div.
3. Pdt. Agus M. Susanto, S.Th.
4. Pdt. Haryanto Khouw, S.Th.
5. Pdt. Hari Sudjatmiko, M.Div. (M.Th.)
6. GI. Glen Nordi, S.Si., M.Div. (M.Th.)
7. GI. Sudarmaji, S.Th. (M.Th.)
8. GI. Fifi Wijaya, M.Th.
9. Ir. Tjiandra Widjaja
10. Agus Santoso
11. Erwien Rastana, SE., M.MAgr.
12. Ir. Faulus Rinto
13. GI. Hamizar & Tim IPEKA Konseling
14. Saut Sitompul
15. Faculty Team Haggai Institute, Area Pontianak
16. Prof. Dr. Ristono
17. Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si., MM.
18. Pdt. Gunar Sahari, M.Th.
19. Pdt. Gabriel Goh, S.Th.
20. Ir. Andreas Sujono
21. Pdt. Totok Yhoedasetyo
22. Dr. Eddy Kristianto
23. Pdt. Sepnath 'Chepy' Tupamahu, S.Th.
24. Team Langham Preaching Indonesia
25. Team EE Wilayah Pontianak
26. Ir. Agata Lie
27. Sutimin, SE.
28. Pdt. Habel Paidjo
29. GI. Trifosa
30. Suwito Rahardjo Stm, S.Si.


Anjongan - Kalimantan Barat

Banyuasin - Sumatera Selatan

Soe - NTT

Mintin - Kalimantan Tengah
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design