Synod of Christ Jesus Church
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Jesus said, "You are the light of the world."
For whom he did foreknow, he also did predestinate to be conformed to the image of his Son, that he might be the firstborn among many brethren. (Rome 8:29)
Literature   »   GEMA   »   2019   »   August   »   

Menyelesaikan Konflik

Selasa, 13 Agustus 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : 1 Korintus 6:1-11

Pernahkah Anda mengalami perselisihan atau konflik dengan sesama orang percaya? Bagaimana cara Anda mengatasinya? Di tengah jemaat Korintus, ada orang-orang yang berselisih, lalu mencari penyelesaian atas perselisihan di antara mereka dengan membawa masalah mereka ke pengadilan (6:1). Rasul Paulus menegur anggota jemaat yang melakukan hal seperti itu karena beberapa alasan:

Pertama, orang percaya adalah orang yang dipilih dan dikuduskan Tuhan (6:1-2). Oleh karena itu, orang percaya seharusnya memiliki standar moral dan hikmat yang melebihi hukum yang dipakai oleh orang-orang yang tidak percaya. Membawa konflik ke pengadilan menunjukkan bahwa orang tersebut sama sekali tidak memahami identitas dirinya dan tidak menjalankan iman percayanya dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, bagi Rasul Paulus, orang percaya seharusnya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau konflik dengan sesama orang percaya. Suatu hari kelak, saat Tuhan Yesus datang untuk kedua kali, orang percaya akan bersama-sama dengan Tuhan Yesus menghakimi para malaikat (6:3), yaitu para malaikat yang telah jatuh atau telah memberontak kepada Allah (2 Petrus 2:4; Yudas 1:6). Bagaimana mungkin hal-hal yang lebih kecil—bila dibandingkan dengan masalah mengadili para malaikat‒‒tidak dapat diselesaikan sendiri oleh jemaat? Lagi pula, jika seseorang mengalami kesulitan untuk menyelesaikan sendiri konflik yang dia alami, tidak adakah anggota jemaat yang lebih berhikmat yang dapat membantu? Para penatua jemaat—sebagai contoh—seharusnya sanggup untuk turun tangan membantu menyelesaikan konflik (6:5-6).

Ketiga, konflik di antara sesama orang percaya yang dibawa ke pengadilan sekuler merupakan kekalahan atau kerugian bagi pemberitaan Injil (6:7), karena orang-orang dunia pasti akan mencemooh orang Kristen yang suka berkonflik dan tidak dapat menyelasikan konflik secara damai dalam lingkup internal. Berita Injil tentang salib Yesus Kristus akan menjadi tidak sinkron dengan kenyataan hidup para pengikut-Nya yang dipandang bukan hanya melakukan ketidakadilan terhadap saudara seiman, melainkan juga memperkarakan ke pengadilan (6:8). Seharusnya orang percaya lebih rela berkorban demi Injil (6:7). [GI Wirawaty Yaputri]
COPYRIGHT © 2013 Christ Jesus Church. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design