Synod of Christ Jesus Church
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Jesus said, "You are the light of the world."
For whom he did foreknow, he also did predestinate to be conformed to the image of his Son, that he might be the firstborn among many brethren. (Rome 8:29)
Literature   »   GEMA   »   2020   »   January   »   

Kesabaran dan Kasih Allah

Selasa, 14 Januari 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ulangan 10

Apakah mudah untuk mengulang-ulang sesuatu hal yang sama? Sebagai contoh, seorang guru mengulang-ulang materi pelajaran yang sama kepada murid yang belum mengerti. Contoh lain, seorang manajer mengulang-ulang SOP perusahaan kepada pegawai yang baru bekerja. Mengulang itu jelas tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran besar bagi seseorang untuk mengulang-ulang sesuatu hal. Seorang guru yang tidak sabar akan merasa enggan mengulang-ulang pelajaran yang sama untuk membuat murid yang kurang cerdas bisa mengerti. Sebaliknya, mungkin ia akan menjadi marah kepada muridnya dan menyalahkan muridnya karena muridnya kurang cerdas.

Dalam kitab Ulangan, terlihat jelas bahwa Allah sungguh sangat sabar dan kasih-Nya besar tiada tara terhadap orang Israel dan terhadap diri kita. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Musa menceritakan kisah penulisan ulang dua loh batu oleh Allah untuk diberikan lagi kepada orang Israel. Penulisan ulang ini disebabkan karena sebelumnya, Musa marah sekali saat mengetahui bahwa orang Israel telah membuat dan menyembah patung anak lembu emas di kaki gunung Horeb. Kemarahan membuat ia melemparkan dua loh batu yang berisi hukum-hukum yang ditulis Allah itu, sehingga kedua loh batu itu pecah (Keluaran 32:19). Namun, Allah menyuruh Musa untuk memahat dua loh batu yang baru, lalu Ia meminta Musa untuk naik lagi ke atas gunung, dan Tuhan kembali menuliskan hukum-hukum-Nya pada kedua loh batu yang baru itu (Ulangan 10:4). Sungguh, sikap Allah itu luar biasa sabar dan penuh kasih. Allah mengulang kembali hukum-hukum-Nya agar orang Israel yang tegar tengkuk dapat bertobat dan hidup bahagia sejahtera di dalam ikatan Perjanjian dengan Dia.

Kesabaran Allah yang besar tak boleh dianggap sebagai kesempatan bagi kita untuk hidup tidak taat. Kita harus senantiasa bersyukur atas kesempatan demi kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk bertobat dan berubah. Dalam Roma 2:4-6, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Roma agar tidak menganggap sepi kemurahan, kesabaran, dan kelapangan hati Allah. Kemurahan dan kesabaran Allah itu bertujuan untuk menuntun kita kepada pertobatan. Jika kita mengeraskan hati, kita sedang menimbun murka atas diri kita sendiri pada waktu Allah menyatakan keadilan-Nya kelak. [GI Wirawaty Yaputri]
COPYRIGHT © 2013 Christ Jesus Church. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design