Synod of Christ Jesus Church
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Jesus said, "You are the light of the world."
For whom he did foreknow, he also did predestinate to be conformed to the image of his Son, that he might be the firstborn among many brethren. (Rome 8:29)
Literature   »   GEMA   »   2020   »   February   »   

Dibangun untuk Kekekalan

Kamis, 13 Februari 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Markus 1:14-28

Segera setelah Yohanes menggenapi panggilannya sebagai orang yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus, Yesus Kristus tampil dan memproklamasikan, "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Kerajaan Allah berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan besar dalam jangka panjang yang tidak bisa dikerjakan secara 'hit and run' (tabrak lari), tetapi harus "built to last" (dibangun untuk kekekalan). Mula-mula, Tuhan Yesus membentuk tim. Dia mencari dan memilih orang-orang yang akan dipercayakan untuk meneruskan pekerjaan-Nya di dunia ini (1:16-20). Orang-orang yang Dia pilih tidak terpelajar (Kisah Para Rasul 4:13), tidak seperti orang-orang Farisi atau para ahli Taurat yang sudah punya 'modal' awal untuk melayani dalam Kerajaan Allah. Cara memilih orang seperti ini menarik dan tidak biasa. Tuhan Yesus lebih tertarik terhadap potensi kualitas hati yang belum diasah karena Dia mengerti bahwa orang-orang seperti itu punya kerendahhatian untuk Ia bentuk.

Setelah memilih murid, Tuhan Yesus mengasah kualitas hati para murid. Dia mengajar para murid untuk melayani dengan menunjukkan apa yang Ia kerjakan: bagaimana Ia mengajar dan bagaimana Ia mengusir roh jahat dalam rumah ibadat (1:21-26). Murid-murid belajar langsung dari pengalaman mereka bersama dengan Sang Guru Agung. Selain itu, murid-murid pertama itu juga menyaksikan langsung kuasa ajaib yang menjadi tanda nyata kehadiran kemuliaan Allah.

Kerajaan Allah selalu berkaitan dengan orang, bukan semata-mata menyangkut tugas. Tugas hanyalah sarana untuk membuat orang bertumbuh. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi bila gereja sebagai perwujudan Kerajaan Allah lebih mengutamakan tugas pelayanan daripada orang. Pelayanan penting, tetapi bukan yang terpenting dan menjadi kurang penting jika membuat orang yang melayani tidak bertumbuh. Gereja sebagai perwujudan Kerajaan Allah harus memprioritaskan membina orang untuk makin mencintai Tuhan dan sesama, sehingga pelayanan gereja menjadi "built to last". Gereja harus menjadi tempat mempersiapkan umat Allah untuk menjadi murid-murid yang kualitas hatinya terus diasah sehingga kelak mampu meneruskan tongkat estafet pekerjaan menggenapi Kerajaan Allah kepada generasi selanjutnya. Bagaimana dengan gereja Anda? Apakah Anda melayani tanpa bertumbuh atau Anda terus bertumbuh? [GI Mario Novanno]
COPYRIGHT © 2013 Christ Jesus Church. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design