Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Januari   »   

Komitmen Ulang

Rabu, 8 Januari 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ulangan 4:44-5:22

Saat Musa menyampaikan "ulangan" sepuluh hukum kepada orang Israel, sebenarnya Musa tidak semata-mata "mengulang", melainkan ia mengajak orang Israel untuk memperbarui komitmen untuk mengikut Tuhan Allah dengan segenap hati. Generasi sebelumnya tidak memercayai Allah dengan sepenuh hati. Mereka memberontak dan bersungutsungut kepada Allah. Angkatan yang baru harus memperbarui komitmen untuk memercayai Allah dengan sungguh-sungguh dan berjanji untuk menaati segala hukum-hukum yang Allah berikan. Komitmen yang baru ini seharusnya menghasilkan transformasi (perubahan) dalam kehidupan orang Israel. Hukum-hukum yang diberikan Allah bukan sekedar informasi sejarah, melainkan panggilan untuk menjalani gaya hidup yang berubah dan berbeda dengan gaya hidup generasi sebelumnya.

Sebagai orang percaya, setiap kali mendengar firman Tuhan, firman Tuhan itu merupakan panggilan bagi kita untuk memperbarui komitmen dan mengalami transformasi dalam kehidupan. Firman Tuhan yang kita dengar bukanlah sekadar informasi untuk menambah pengetahuan, melainkan merupakan sarana yang bisa dipakai oleh Roh Kudus untuk mengubah kehidupan kita, sehingga kehidupan kita menjadi semakin serupa dengan Kristus. Setiap kali mendengar firman Tuhan, seharusnya kita bersedia memperbarui komitmen untuk menjalani kehidupan yang berubah dengan pertolongan Roh Kudus.

Tujuan Allah memberikan hukum-hukum-Nya bukanlah untuk mengekang atau memberatkan hidup kita. Sebelum Ia memberikan hukum-hukum-Nya, terlebih dahulu Ia menyatakan diri dan memberikan kasih karunia kepada orang Israel. Allah menyatakan diri-Nya untuk dikenal oleh umat-Nya sebagai Allah yang telah menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan (5:6). Melalui penyataan bahwa Ia telah terlebih dahulu menyelamatkan umat-Nya, Allah menjalin relasi yang dekat dengan umat-Nya. Berdasarkan relasi tersebut, Allah memberikan hukum-hukum-Nya. Jelaslah bahwa hukum-hukum yang Allah berikan merupakan wujud dari kasih sayang-Nya, karena ketaatan terhadap hukum-hukum Allah akan membuat orang Israel hidup dalam damai sejahtera. Hal yang sama berlaku bagi orang percaya pada masa kini: Kita harus menerima berita Injil keselamatan lebih dahulu sebelum kita diwajibkan untuk melaksanakan hukum-hukum Allah. [GI Wirawaty Yaputri]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design