Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Januari   »   

Takut Akan Tuhan

Kamis, 9 Januari 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ulangan 5:23-33

Apa arti 'takut akan Tuhan'? Masih adakah orang Kristen yang benar-benar hidup takut akan Tuhan pada zaman ini? Musa mengisahkan kepada orang Israel bahwa nenek moyang mereka takut menghadapi Tuhan saat Tuhan mendatangi dengan api, guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, bunyi sangkakala, dan gunung berasap (5:23-24; bandingkan dengan Keluaran 20:18). Mereka menyadari keberdosaan dan kehinaan mereka dibandingkan dengan Allah yang suci dan mulia. Mereka tahu bahwa mereka tak dapat bertahan menghadapi Allah yang demikian (Ulangan 5:25-26). Mereka tidak berani menghadapi Allah, sehingga mereka meminta Musa saja yang berbicara dengan Allah.

Namun, apakah orang Israel benar-benar takut kepada Tuhan dari dalam hati mereka? Setelah Musa naik ke gunung untuk menerima hukum-hukum Allah, ternyata orang Israel malah membuat bagi mereka anak lembu emas untuk disembah di bawah kaki gunung (Keluaran 32). Sikap mereka menunjukkan bahwa hati mereka tidak sungguh-sungguh takut akan Tuhan. Mereka hanya takut kehilangan nyawa saat menyaksikan kesucian dan kemuliaan Allah. Banyak orang yang tidak berbuat jahat dalam hidupnya karena takut mengalami hal-hal yang buruk atau takut akan 'karma' (hukum sebab akibat, yaitu bahwa perbuatan yang jahat pada masa kini mendatangkan hukuman di masa depan). Rasa takut ini bukan lahir dari hati yang mengenal dan mengasihi Allah. Hati yang takut akan Allah hanya dimiliiki oleh seorang yang memiliki Roh Kudus dalam hatinya.

Allah mengetahui kondisi hati manusia yang tidak dapat sungguh-sungguh mengasihi dan takut kepada-Nya. Oleh karena itu, Ia berjanji kepada orang Israel bahwa Ia akan memberikan kepada mereka hati yang baru, hati yang rela taat¬óbukan karena takut hukuman, melainkan karena mengenal dan mengasihi Allah (Yehezkiel 11:19-20). Janji ini digenapi Allah dengan datangnya Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia. Setelah dosa ditebus, manusia dimungkinkan untuk memiliki hati yang baru. Selanjutnya, Tuhan Yesus mengutus Roh Kudus untuk tinggal di dalam hati setiap orang yang sudah bertobat dan percaya kepada-Nya. Sungguh, anugerah Allah amat besar! Apakah Anda sudah hidup takut akan Tuhan dengan bersandar kepada Roh Kudus dan menaati firman-Nya? [GI Wirawaty Yaputri]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design