Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Januari   »   

Sola Gratia

Senin, 13 Januari 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ulangan 9

Apakah ada hal yang membuat kita layak untuk menerima kasih karunia Tuhan di dalam hidup kita? Tidak ada sama sekali. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa semua manusia tanpa kecuali telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Janganlah kita berbangga diri karena merasa telah melakukan hal yang baik atau merasa memiliki kebaikan sehingga kita merasa pantas menerima kasih karunia Allah. Orang yang menyadari tentang kasih karunia Allah di dalam hidupnya akan hidup secara rendah hati dan akan mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Musa mengingatkan orang Israel yang akan memasuki tanah Perjanjian agar mereka jangan membanggakan jasa mereka setelah mereka berhasil menghalau orang Kanaan dan tinggal di tanah mereka. Allah mengaruniakan Tanah Kanaan untuk ditempati oleh orang Israel, sama sekali bukan karena jasa mereka, melainkan karena Allah telah mengikatkan diri dengan umat-Nya dalam suatu ikatan perjanjian dan karena kefasikan orang-orang Kanaan (9:4-5). Allah yang setia menepati janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, sehingga Ia akan memimpin bangsa Israel untuk masuk dan mendiami tanah Kanaan. Berdasarkan jasa atau usaha sendiri, tidak mungkin bangsa Israel berhasil memasuki Tanah Kanaan karena bangsa-bangsa di sana adalah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari bangsa Israel. Di antara penduduk Kanaan terdapat keturunan raksasa, yaitu orang Enak. Kota-kota mereka berkubu dan kokoh (9:1-2)

Musa mengingatkan bangsa Israel tentang Perjanjian dan kasih karunia Allah, yaitu agar orang Israel tidak melupakan bahwa Tuhanlah yang membawa mereka memasuki Tanah Kanaan, bukan ilah-ilah lain dan juga bukan usaha mereka sendiri, sehingga mereka tidak mengingkari Perjanjian dengan Tuhan. Bila mereka melupakan hal itu, mereka bisa tergoda untuk berpaling dari Tuhan dan mengandalkan diri sendiri atau mencari ilah-ilah lain yang menurut mereka mungkin dapat memberkati mereka. Ketika mengalami keberhasilan, seseorang akan mudah membanggakan jasa atau usaha diri sendiri, apalagi bila orang-orang lain memuji-muji keberhasilan kita. Oleh karena itu, kita harus senantiasa waspada. Ingat bahwa hanya anugerah atau sola gratia yang bisa membuat kita berhasil. [GI Wirawaty Yaputri]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design