Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Mei   »   

Mendiami Orang Percaya

Senin, 25 Mei 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Yohanes 14:15-24

Dalam Yohanes 14:16, Tuhan Yesus berkata, "Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari, kata "menyertai" ini diterjemahkan sebagai "tinggal bersama". Jadi, ayat di atas memperlihatkan adanya karya Allah Roh Kudus dalam diri orang percaya, yaitu tinggal/mendiami orang percaya. Allah Roh Kudus itulah yang mencurahkan kasih Allah di dalam hati kita (Roma 5:5), melahirbarukan orang percaya (Yohanes 3:5), membaptiskan orang percaya (1 Korintus 12:13), serta memeteraikan orang percaya sebagai jaminan keselamatan (Efesus 4:30). Kata "memeteraikan" adalah terjemahan kata Yunani Sphragizo yang dapat berarti "mengamankan". Jadi, kehadiran Allah Roh Kudus dalam diri orang percaya mengamankan status / menjamin keselamatan orang percaya selama-lamanya.

Apakah dampak berdiamnya Allah Roh Kudus dalam diri orang percaya? Pertama, Rasul Paulus mengingatkan kita untuk menyadari bahwa diri kita adalah Bait Roh Kudus (1 Korintus 6:19). Saat melakukan apa pun, secara tidak langsung kita juga mengajak Allah Roh Kudus melakukannya. Jagalah kekudusan hidup dan kemurnian hati kita di hadapan Tuhan karena Allah tinggal di dalam diri kita. Saat kita makan, berlibur, browsing, posting foto di Instagram atau Facebook, posting perkataan di Tweeter, atau saat sendirian, apakah semua yang kita lakukan mencerminkan bahwa kita adalah pelayan Allah dan bahwa Roh Allah tinggal di dalam kita?

Kedua, saat menghadapi dosa, terkadang muncul tuduhan dari si jahat yang berkata, "Kamu mana mampu berhenti dari dosa ini? Sudah puluhan kali kamu jatuh bangun, paling-paling kamu hanya sanggup bangkit sebentar lalu kamu akan jatuh kembali, iya kan? Kamu tidak layak meminta pengampunan kepada Tuhan!" Sering kali, saat kita mau bangkit meninggalkan dosa, muncul tuduhan dalam hati kita bahwa kita tidak mungkin bangkit dan mengalahkan dosa. Apa yang harus kita lakukan dalam kondisi seperti itu? Kita dapat mengingat bahwa dalam hidup kita, ada Allah Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita. Kita tidak mampu, tetapi kasih karunia dan kuasa Roh Allah—yang sama dengan Roh yang telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati—akan memampukan kita untuk menang terhadap dosa (lihat Roma 8:11). [GI Fernandes Lim]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design