Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2014   »   Agustus   »   
Publication Sebab dari Sebuah Tangisan's Thumb Image
Sebab dari Sebuah Tangisan
Renungan GEMA (20 Agustus 2014)
Semua orang pasti pernah menangis. Yang terpenting adalah apa yang menyebabkan kita menangis. Jika tangisan itu muncul karena kesedihan hati yang tidak dapat menikmati keinginan hati yang mengarah pada dunia, maka itulah tangisan yang patut disayangkan. Jangan menangis karena ke-ego-an kita, tapi menangislah karena kepedihan hati kita menyaksikan dosa yang merajalela.
[ selanjutnya ... ]
Publication Pemberontakan pada Allah yang Benar's Thumb Image
Pemberontakan pada Allah yang Benar
Renungan GEMA (19 Agustus 2014)
Ratapan 1:18 boleh dikatakan sebagai tema dari Kitab Ratapan. Setidaknya, tiga hal yang harus kita catat dari ayat ini: Pertama, Tuhan itu benar. Kedua, Kondisi ketidaktaatan terhadap firman-Nya dianggap sebagai pemberontakan. Ketiga, Konsekuensi dari pemberontakan adalah hukuman dari Tuhan.
[ selanjutnya ... ]
Publication Tetap Dekat Dengan Allah's Thumb Image
Tetap Dekat Dengan Allah
Renungan GEMA (18 Agustus 2014)
Kitab Yeremia ditutup dengan kisah Raja Yoyakhin yang dikasihani oleh Ewil-Merodakh, Raja Babel. Raja Babel memperlakukannya dengan istimewa, yaitu makan bersama-sama dengan Raja Babel dan dipelihara kehidupannya oleh Raja Babel. Kita percaya bahwa apa yang dilakukan oleh Ewil-Merodakh, Raja Babel, adalah kehendak Tuhan. [ selanjutnya ... ]
Publication Peranan Roh Kudus dalam Kemerdekaan Kristen's Thumb Image
Peranan Roh Kudus dalam Kemerdekaan Kristen
Renungan GEMA (17 Agustus 2014)
Setelah kita dimerdekakan oleh Kristus, kita tidak lagi berada dibawah kuk perhambaan oleh hukum Taurat dan legalisme; maka sekarang kita memerlukan Penolong untuk menguasai hidup kita dari dalam supaya kita tetap hidup dalam kemerdekaan Kristen. Penolong itu adalah Roh Kudus. Roh Kudus adalah Penolong yang memungkinkan orang Kristen menikmati kemerdekaan yang sejati di dalam Kristus. Paling tidak ada tiga peranan Roh Kudus yang dipaparkan Rasul Paulus di dalam bacaan kita hari ini. [ selanjutnya ... ]
Publication Bersukacita Karena Allah yang Sejati's Thumb Image
Bersukacita Karena Allah yang Sejati
Renungan GEMA (16 Agustus 2014)
Peperangan antar kerajaan pada zaman dahulu bukan sekedar untuk menguasai wilayah kerajaan lain, tetapi juga untuk menunjukkan kehebatan atau kekuatan ilah yang mereka sembah. Rasa malu bagi kerajaan yang ditaklukkan bukan sekedar rasa malu menjadi tawanan, tetapi malu karena ilah mereka kalah. Oleh karena itu, ketika Babel mengalahkan umat Tuhan dan bangsa-bangsa lain, mereka menganggap dewa yang mereka sembah lebih hebat daripada dewa-dewa bangsa lain.
[ selanjutnya ... ]
Publication Tidak Perlu Iri's Thumb Image
Tidak Perlu Iri
Renungan GEMA (15 Agustus 2014)
Babel adalah alat Allah untuk menghakimi Yehuda dan bangsa lainnya. Kemenangan demi kemenangan serta kejayaan dan kemasyhuran yang mereka miliki pada waktu itu sesungguhnya adalah berkat dunia yang Tuhan izinkan untuk mereka miliki. Kesuksesan ini mereka kecap sekalipun mereka tidak mengenal Allah yang sejati. Akan tetapi, bangsa Babel pun mendapat giliran untuk dihakimi oleh Allah. Allah mendatangkan bangsa lain untuk menghancurkan Babel. [ selanjutnya ... ]
Publication Jangan Sombong's Thumb Image
Jangan Sombong
Renungan GEMA (14 Agustus 2014)
Kesombongan adalah bagian yang selalu disoroti oleh firman Tuhan dari bangsa-bangsa yang dihukum oleh Allah. Bani Amon adalah bangsa yang memegahkan diri dengan harta bendanya (49:1, 4). Edom adalah bangsa yang angkuh karena menduduki tempat tinggi di bukit seperti tempat burung rajawali membuat sarangnya (49:7, 16). Damsyik disebut sebagai kota yang terpuji (49:23, 25). Bangsa Arab (Kedar) adalah bangsa yang sombong karena sentosa dan aman tenteram (49:28, 31). Elam adalah bangsa yang membanggakan kemampuannya dalam memanah (49:34, 35).
[ selanjutnya ... ]
Publication Aman di Tangan Tuhan's Thumb Image
Aman di Tangan Tuhan
Renungan GEMA (13 Agustus 2014)
Bangsa Moab adalah keturunan Lot, sehingga mereka merupakan saudara jauh dengan Israel. Sebagai saudara jauh, seharusnya Moab bersikap baik terhadap Israel, tetapi ternyata tidak demikian. Moab membawa pengaruh buruk kepada umat Tuhan, yaitu mempengaruhi bangsa Israel untuk berzinah dan menyembah berhala (Bilangan 25:1-3). Yang menyebabkan Moab dihukum Tuhan adalah kesombongan, keangkuhan, dan kepongahannya (Yeremia 48:29-30). Moab sombong karena kemakmurannya. Dari sisi militer, Moab memiliki pertahanan yang mereka percaya tidak akan dapat ditembus. Moab digambarkan seperti orang tua yang tidak pernah susah sejak masa mudanya (48:11). [ selanjutnya ... ]
Publication Keadilan Tuhan adalah Penghiburan's Thumb Image
Keadilan Tuhan adalah Penghiburan
Renungan GEMA (12 Agustus 2014)
Penghakiman Allah berlaku untuk semua orang, untuk segala bangsa. Seperti Yerusalem yang menghadapi penghakiman Allah, demikian juga dengan bangsa yang lain. Penghakiman Allah seperti pedang yang sudah terhunus dan tidak mungkin disarungkan kembali. Hal itu merupakan gambaran bahwa penghakiman itu pasti terjadi. [ selanjutnya ... ]
Publication Hidupmu dalam Kedaulatan Allah's Thumb Image
Hidupmu dalam Kedaulatan Allah
Renungan GEMA (11 Agustus 2014)
Yeremia menyampaikan kekalahan Mesir di dalam kedaulatan Allah. Di hadapan Tuhan, Mesir merasa bangga dengan kekuatan militernya yang luar biasa. Kekuatan militer Mesir itu digambarkan seperti kekuatan sungai Nil. Kebanggaan terhadap kekuatan kerajaannya itu membuat Mesir memiliki ambisi untuk menaklukkan kota yang lainnya (46:8). Mesir berhasil mengalahkan Yehuda pada zaman raja Yosia, tetapi kemudian dikalahkan oleh Nebukadnesar di Karkemis pada tahun 605 BC.
[ selanjutnya ... ]
Publication Ingatlah Firman Tuhan's Thumb Image
Ingatlah Firman Tuhan
(10 Agustus 2014)
Di pasal 44, Tuhan menegur orang-orang Yehuda yang tersisa melalui Nabi Yeremia, karena mereka tinggal di Mesir dan hidup menyembah ratu sorga. Mengapa malapetaka yang mereka terima tidak membuat mereka bertobat dan sungguh-sungguh hidup bagi Tuhan? Apakah mereka telah melupakan hukuman yang Tuhan timpakan kepada nenek moyang mereka karena dosa mereka, yaitu bahwa raja, para imam, dan rakyat menyembah berhala? (44:9). Mereka kembali ke Mesir bukan karena mereka lupa, tetapi sebagai bentuk pertobatan kepada ratu sorga yang sempat mereka lalaikan dan mereka tinggalkan. Mereka beranggapan bahwa kemakmuran berasal dari ketaatan kepada ratu sorga, dan bahwa malapetaka yang terjadi merupakan hukuman dari ratu sorga yang disebabkan karena mereka berhenti membakar korban bakaran kepadanya (44:17-18). Mereka bukan melupakan peristiwa yang telah terjadi (44:19), namun mereka mengabaikan firman Tuhan yang menjelaskan mengapa peristiwa itu terjadi, misalnya penjelasan pasal 14 bahwa musim kekeringan yang mereka alami adalah hukuman Tuhan karena dosa-dosa mereka. Bandingkan dengan penjelasan Nabi Amos bahwa Tuhanlah yang menahan hujan (Amos 4:7). [ selanjutnya ... ]
123
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design