Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2016   »   Oktober   »   

Bermegah dalam Kebodohan

Jumat, 21 Oktober 2016
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini: 2 Korintus 11

Di pasal ini, Paulus banyak memegahkan diri, padahal ia tahu bahwa perbuatan itu merupakan kebodohan (11:1, 16-17, 19-21). Apa pendorong yang membuat ia begitu bersemangat memegahkan diri? Pertama, Paulus menyadari betapa besar bahaya yang sedang dihadapi jemaat Korintus. Para guru palsu itu sangat jahat dan berbahaya. Mereka sebenarnya adalah pelayan Iblis yang menyamar sebagai rasul Kristus (11:13-15) serta mewartakan Yesus yang berbeda (11:4). Yang mencengangkan adalah bahwa jemaat Korintus dengan sabar melayani dan dilayani mereka (11:4), serta menolak Paulus sendiri. Dalam kondisi demikian, mereka mudah disesatkan seperti Hawa disesatkan oleh ular (11:3). Kedua, Paulus sangat mengasihi jemaat Korintus, sehingga ia tidak ingin iman jemaat disesatkan. Ia mengibaratkan dirinya seperti seorang ayah yang akan menikahkan jemaat Korintus sebagai perawan suci kepada Kristus (11:2). Hatinya hancur oleh dukacita jika iman mereka disesatkan para guru palsu itu (11:29). Ketiga, Paulus ingin membuktikan bahwa ia mengungguli para guru palsu dalam tiga hal: keturunan sebagai orang Ibrani asli (11:22), penderitaan fisik dan bahaya yang mengancam nyawa demi Kristus (11:23-26, 32-33), serta semangat dan pengorbanan melayani Kristus (11:27-29). Oleh karena itu, Paulus berseru agar jemaat segera meninggalkan para guru palsu dan berbalik kepada Kristus yang diajarkannya.

Kita dapat belajar dari kasih Paulus kepada jemaat yang membuatnya rela mengorbankan apa pun demi kebaikan umat Allah. Selain itu, kita diingatkan untuk tidak mengulang kesalahan jemaat Korintus yang imannya dangkal sehingga tidak mampu menolak ajaran sesat yang menyusup dan justru menolak Paulus yang sebenarnya adalah rasul sejati.[TF]






"Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang
yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang
bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. Karena banyak
orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga."
2 Korintus 11:17-18

COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design