Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2016   »   Oktober   »   

Pembelaan Terakhir

Sabtu, 22 Oktober 2016
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini: 2 Korintus 12

Di bagian akhir suratnya, Paulus menegaskan ulang dua hal yang melatarbelakangi penulisan surat ini. Pertama, Paulus membela diri sebagai rasul sejati. Pembelaan ini didukung oleh dua hal, yakni pengalamannya diangkat Allah ke Firdaus (12:1-6) serta tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa yang ia tampilkan di tengah jemaat (12:12). Kedua hal tersebut jelas mengalahkan semua pengalaman rohani maupun tanda ajaib yang mampu dilakukan para guru palsu (12:11). Namun demikian, Allah tidak mengizinkan Paulus mengandalkan semua pengalaman itu sebagai sumber kekuatan pelayanan dengan mengirim duri ke dalam dagingnya agar ia lebih bersandar kepada Allah (12:7-10). Kedua, Paulus menjawab dua tuduhan yang ditujukan kepadanya. Tuduhan pertama adalah bahwa ia tidak mengasihi jemaat Korintus karena ia tidak mau menerima bantuan dana bagi pelayanannya, padahal ia menerimanya dari jemaat-jemaat lain (12:13-15). Paulus menjelaskan bahwa tindakannya tersebut murni hanya karena ia tidak ingin menjadi beban bagi jemaat Korintus, bukan karena ia tidak mengasihi mereka seperti yang dituduhkan. Tuduhan kedua adalah bahwa Paulus dan rekan-rekannya dengan cara yang licik telah memanfaatkan relasi mereka untuk mendatangkan keuntungan bagi dirinya sendiri (12:16-20). Dalam hal ini, Paulus membela diri dengan menantang mereka menunjukkan dalam hal mana ia telah berlaku licik dan menipu mereka.

Tulisan Paulus di atas mengajar kita untuk tidak mengandalkan kemampuan atau pengalaman diri dalam melayani Allah. Mengandalkan diri sendiri berarti kurang bersandar dan berharap kepada Allah. Oleh sebab itu, tidak jarang Allah mengizinkan kelemahan bertahan dalam diri kita agar kita lebih bersandar kepada-Nya. [TF]






"Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa
Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam
kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan
dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat."
2 Korintus 12:9b-10

COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design