Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2017   »   Maret   »   

Jatuh Bangun Seorang Pelayan Tuhan

Rabu, 29 Maret 2017
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : 2 Raja-raja 4

Pertanyaan "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu?" diajukan Elisa kepada seorang janda (4:2) serta kepada perempuan Sunem (4:13). Pertanyaan kedua tidak dijawab sehingga Elisa bertanya kepada Gehazi, bujangnya, sebelum akhirnya tahu apa yang benar-benar dibutuhkan perempuan itu. Perhatikan bahwa Elisa, sang penerus nabi besar Elia, tidak "serba tahu". Bahkan, ketika perempuan Sunem itu selanjutnya datang sambil menangis pedih di kaki Elisa, Elisa dengan jujur berkata bahwa ia tidak tahu apa yang menyebabkan perempuan itu menangis karena Tuhan tidak memberitahukan sebabnya kepadanya. Perempuan itu menangis karena menyesalkan bahwa Elisa memberi anak yang kemudian mati. Proses ini dijalani seorang nabi penerus yang baru saja memulai pelayanannya. Rasa tidak tahu, kegagalan, disalahkan, adalah bagian yang biasa dialami pada awal masa pelayanan seseorang.

Dalam pelayanan berikutnya, Elisa nampak lebih tau apa yang dibutuhkan sebelum orang memintanya. Kisah mengenai Elisa dua kali memberi makan banyak orang pada masa kelaparan adalah inisiatif Elisa. Pelayanan ini disertai kuasa mujizat, yaitu mengatasi maut dalam kuali dan mujizat dua puluh roti bisa mengenyangkan seratus orang.

Tidak ada orang yang langsung sempurna saat memulai segala sesuatu. Banyak hal harus melalui proses. Jatuh bangun merupakan bagian dari proses yang mendewasakan kita agar kita sadar bahwa kita memerlukan Tuhan. Apakah saat ini kita mengalami kejatuhan, melakukan kesalahan, mendapat teguran, pelaksanaan rencana kacau, dan sebagainya? Pandanglah semua hal itu sebagai proses dari Tuhan untuk mendewasakan kita. Oleh karena itu, bersabarlah! [PHJ]






"Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata ...
Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku
dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang
ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku ..."
Kisah Para Rasul 20:19b, 24a

COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design