Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2014   »   Mei   »   

Kasih

30 Mei 2014
Renungan GEMA
Pra-Pentakosta

Jumat, 30 Mei 2014

Bacaan Alkitab hari ini: Roma 5:1-11

Kasih Kristen berbeda dengan kasih dunia. Kasih dunia, misalnya dalam pandangan para filsuf Yunani klasik yang menjadi akar kebudayaan Barat adalah kasih yang menanjak. Mengapa mengasihi? Mereka akan menjawab mengasihi karena ada sesuatu yang kurang dari dirinya. Oleh sebab itulah manusia mudah mengasihi sesuatu yang lebih tinggi, lebih indah, lebih atas daripada dirinya. Allah para filsuf Yunani adalah Allah yang statis yang tidak campur tangan lagi terhadap kehidupan manusia. Mengapa? Karena dalam pengertian mereka, Allah adalah sempurna, tidak kekurangan sesuatu apapun. Karena tidak kekurangan sesuatu apa pun, maka Allah tidak mengasihi. Kalau mengasihi berarti Allah kekurangan sesuatu. Dan Allah yang kekurangan sesuatu bukan Allah. Jadi Allah tidak mengasihi manusia dan segala ciptaan-Nya. Betapa mengerikannya punya Allah seperti itu?

Puji Tuhan kita tidak punya Allah seperti itu. Allah Alkitab adalah yang kasih-Nya bukan menanjak, tetapi menurun. Dalam Roma 5 disaksikan kasih Kristus adalah kasih yang menurun. Setelah berbicara tentang hasil pembenaran kita oleh karena karya Kristus, Paulus membahas bahwa saat kita masih lemah, durhaka, tidak baik, jelek, jahat, berdosa, masih seteru Allah, Allah mengasihi kita (Roma 5:6-10). Inilah keagungan kasih Allah di dalam Kristus.

Seperti itu pun seharusnya kita mengasihi. Memang mudah untuk mengasihi orang yang selalu baik kepada kita. Tidak sulit untuk mengasihi orang yang selalu menyenangkan hati kita. Semua itu biasa. Dunia melakukan hal itu. Tetapi kita diperintahkan mengasihi bukan yang di atas kita, tetapi yang jauh di bawah kita. Mengasihi orang yang menjengkelkan hati kita, yang banyak kelemahan dan kejelekannya. Itulah panggilan kita. Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid untuk mengamalkan kasih kepada musuh, mendoakan para penganiaya dan berbuat baik kepada para pembenci mereka (Matius 5:44; Lukas 6:27). Inilah keagungan kasih Kristen. Itulah yang diperintahkan Alkitab untuk kita amalkan. [JS]

Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design