Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2018   »   Desember   »   

Meterai Ketujuh dan Empat Sangkakala Pertama

Sabtu, 8 Des 2018
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Wahyu 8

Pasal 8 melanjutkan cerita mengenai pembukaan meterai. Dibukanya meterai ketujuh berarti seri tujuh meterai ditutup, dan sekaligus dibuka seri baru penglihatan tentang penderitaan, penghukuman Allah, perlindungan Allah, dan ketekunan orang percaya di tengah penderitaan (pasal 8-11). Ketika meterai ketujuh dibuka, timbul keheningan yang sangat dalam (8:1). Ini seperti suatu pause (jeda) untuk merenungkan apa yang terjadi, atau suatu gambaran mengenai ketenangan saat doa orang percaya dinaikkan kepada Allah yang di sorga (8:4). Doa-doa ini, seperti di pasal 6, adalah doa orang-orang percaya yang meminta Allah bertindak untuk membela mereka dan menyatakan penghakiman-Nya atas bumi ini (8:3-5).

Pembukaan meterai ketujuh juga memunculkan rangkaian penglihatan baru, yakni tentang peniupan sangkakala (terompet perang) oleh tujuh malaikat. Ketika sangkakala pertama hingga keempat ditiup, diperlihatkanlah kerusakan parah ("sepertiga") yang terjadi di atas bumi. Lihatlah dengan teliti bagaimana gambaran yang dipakai untuk melukiskan kerusakan terhadap tumbuhan, lautan, sumber air minum, bahkan kerusakan pada matahari dan bulan yang menyebabkan terjadinya anomali cuaca (8:7-13). Semua ini menggambarkan betapa bumi telah rusak dan tercemar oleh dosa manusia. Kehidupan di bumi menjadi sangat sulit dan pahit. Perhatikan bahwa hal ini terjadi hanya pada "sepertiga" bumi, tidak seluruhnya. Mengapa? Renungkanlah: Kuasa dan kasih Allah juga sedang beroperasi di dunia. Dosa merusak bumi, tetapi tidak menguasai bumi karena kasih dan kuasa Allah di dalam Kristus telah dinyatakan dan bertumbuh di dalam dunia ini. Allah Sang Pencipta dan Penyelamat masih duduk di atas takhta-Nya! [AH]




"Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di
sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di takhta
itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu
pelangi melingkungi takhta itu gilang-demilang bagaikan zamrud rupanya."
Wahyu 4:2-3
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design