Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Januari   »   

Anugerah Allah di tengah Kejahatan

Senin, 7 Januari 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Kejadian 6

Daftar keturunan Kain, Set, dan Enos menginformasikan bahwa waktu telah berlalu dan keadaan manusia di muka bumi bertambah buruk. Keburukan manusia yang disuguhkan di sini adalah bahwa "anak-anak Allah" melihat anak-anak perempuan manusia, lalu mereka mengambil siapa saja yang mereka sukai untuk menjadi istri. Ada beberapa pandangan tentang siapa yang dimaksud dengan "anak-anak Allah". Ada yang berpandangan bahwa mereka adalah para malaikat, tetapi ada yang meyakini bahwa mereka adalah para pemimpin, serta ada yang beranggapan bahwa mereka adalah keturunan Set. Meskipun pandangan yang tepat sulit dipastikan, kisah ini jelas dipenuhi ketamakan, dan mungkin disertai kekerasan. Pola yang terjadi di sini: melihat–cantik–mengambil, adalah serupa dengan yang dialami Hawa: melihat–baik–mengambil (3:6). Mengingat bahwa pasal 3 mewakili kejatuhan umat manusia, pasal 4 mewakili kejatuhan sebuah keluarga, pasal 6:1-4 mewakili kejatuhan masyarakat, jelas bahwa manusia telah melangkah semakin jauh dari Allah. Kejahatan manusia besar di bumi. Kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan (6:5). Sebagai respons terhadap perkembangan dosa, Allah sengaja memperpendek umur manusia (6:3) untuk membatasi kekerasan dan penindasan yang dilakukan manusia.

Pasal 6 ini merupakan latar belakang alasan yang membuat Allah mendatangkan air bah guna menghapus manusia dari muka bumi. Akan tetapi, Nuh mendapat kasih karunia Allah karena ia seorang yang benar dan tak bercela. Menurut Roma 3:10, tidak ada seorang pun yang benar. Bagaimana kita bisa memahami kebenaran dan ketidakbercelaan diri Nuh? Kebenaran dan ketidakbercelaan diri Nuh adalah dilihat dari perbandingan diri Nuh dengan orang-orang sezamannya. Nuh hidup lebih benar dibandingkan dengan orang lain pada zamannya.

Alkitab tidak memberitahu kita bagaimana kondisi rohani istri, anak-anak, dan para menantu Nuh. Mungkin saja mereka meneladani Nuh atau keselamatan mereka adalah upah yang diperhitungkan Allah untuk mereka karena kesalehan Nuh. Mereka berdelapan telah menikmati perlindungan Allah. Tahukah Anda bahwa Allah sangat mengasihi Anda sehingga Allah melindungi Anda dari kejahatan dengan cara mengekang dosa melalui berbagai peraturan dan hukum yang berlaku di negara ini? [Sung]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design