Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Januari   »   

Bersyukur atas Keberadaan Anda

Rabu, 9 Januari 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Kejadian 9-10

Ada perbedaan yang sangat jelas antara kisah dalam Alkitab dengan kisah dalam mitologi dunia kuno. Menurut mitologi dunia kuno, para dewa terganggu oleh banyaknya manusia yang dianggap membuat ribut. Menurut Alkitab, Allah Pencipta tidak pernah terganggu oleh banyaknya jumlah manusia dan makhluk hidup yang memenuhi bumi. Sebaliknya, melalui ciptaan-Nya, Allah menyatakan kemuliaan-Nya (Mazmur 19:2) dan menyatakan bahwa Ialah Allah Pencipta yang berdaulat serta berkuasa penuh atas ciptaan-Nya. Yang mendorong Allah mendatangkan air bah adalah karena kejahatan manusia semakin bertambah. Berdasarkan penilaian Allah kepada manusia, hanya Nuh dan keluarganya yang mendapat kasih karunia Allah. Setelah Nuh keluar dari bahtera, Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta mengulang perintah yang pernah Allah berikan kepada Adam dan Hawa, yaitu beranak cucu, bertambah banyak, serta memenuhi bumi (9:1; 9:7; bandingkan dengan 1:28). Perintah ini dikenal sebagai "mandat budaya". Pasal 10 menjelaskan dan meneguhkan mandat budaya tersebut. Melalui daftar keturunan Nuh, terlihat bahwa Allah melanjutkan anugerah-Nya kepada manusia, yaitu memberi hidup kepada mereka dan membuat mereka bisa menikmati anugerah Allah dalam dunia ciptaan-Nya. Melalui keturunan Nuh, manusia terbagi ke dalam berbagai suku bangsa dan bahasa di bumi ini.

Daftar keturunan dalam pasal 10 ini tidak mencatat semua keturunan Yafet, Ham, dan Sem. Bukanlah kebetulan bila daftar nama keturunan Yafet, Ham, dan Sem terdiri dari 70 nama, karena angka 70 adalah simbol totalitas dan kesempurnaan. Alkitab tidak menjelaskan lebih lanjut kepada kita kenapa terdapat begitu banyak suku bangsa dan warna kulit yang berbeda. Yang pasti adalah bahwa kemajemukan dan banyaknya suku bangsa yang berbeda adalah bagian dari desain Allah. Meskipun kita berbeda suku bangsa dengan saudara seiman di gereja, kita semua adalah satu di dalam Kristus Yesus, memiliki satu baptisan dan satu iman (Efesus 4:5). Paulus mengatakan bahwa di dalam Kristus, tidak ada pembedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani, budak dan orang merdeka, pria dan wanita (Galatia 3:28). Allah memiliki tujuan atas hidup Anda. Apakah Anda bisa bersyukur kepada Allah atas apa pun suku bangsa Anda? Apakah Anda telah menjadi berkat bagi keluarga, saudara seiman, dan masyarakat di tempat Allah menempatkan Anda? [Sung]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design