Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Januari   »   

Jangan Menambah Penderitaan Orang Lain!

Senin, 21 Januari 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ayub 18-19

Walaupun perkataan Bildad tidak sekasar perkataan Elifas, kata-kata Bildad di sini juga bersifat menyerang dan lebih kasar dari perkataannya yang pertama (pasal 18). Bildad marah karena dia merasa bahwa Ayub menganggap kawan-kawannya bodoh, tidak bisa berpikir seperti binatang (18:3). Isi perkataan Bildad memiliki banyak kesamaan dengan perkataan Elifas. Keduanya menyamakan Ayub dengan orang fasik dan terus beranggapan bahwa Ayub menderita karena dosa. Ayub merasa bahwa dirinya tidak bersalah dan Bildad (bersama teman-temannya) terus mengatakan bahwa Ayub menderita karena dosa. Dengan demikian, perkataan Bildad semakin menyakiti hati Ayub (19:2-3). Terlihat jelas bahwa semakin gencar serangan kata-kata dilontarkan, semakin tidak sehat komunikasi yang terjadi di antara mereka. Pemahaman bahwa penderitaan selalu (atau sepantasnya) menimpa orang yang berbuat dosa membuat Ayub berkata dengan terus terang bahwa Allah telah berlaku tidak adil terhadap dirinya (19:6). Desakan teman-temannya yang menginginkan agar Ayub mengaku bahwa dirinya berdosa merupakan tekanan yang amat berat yang membuat Ayub berseru, "Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah telah menimpa aku." (19:21).

Bila kita mengingat rasa empati yang diberikan oleh teman-teman Ayub saat melihat penderitaan Ayub (2:11-13), bisa dipastikan bahwa motif awal kedatangan teman-teman Ayub adalah ingin menghibur, bukan ingin menambah penderitaan Ayub. Akan tetapi, karena pemahaman mereka yang terbatas itu keliru, cara mereka menghibur menjadi salah. Bacaan Alkitab hari ini merupakan peringatan agar kita sungguh-sungguh meminta hikmat Tuhan bila hendak menghibur orang yang sedang menderita. Jangan sampai kita menambah penderitaan orang yang sedang sangat menderita. Apakah Anda sering (atau paling tidak pernah) menghibur orang yang sedang menderita? Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk bersikap terbuka mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum mengeluarkan kata-kata untuk menghibur orang lain yang sedang menderita? Apakah Anda pernah tanpa sengaja menyakiti orang lain saat Anda ingin menghibur orang itu? Berhati-hatilah dan berdoalah agar Anda tidak menjadi penambah sumber penderitaan bagi orang lain yang sedang menderita! [P]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design