Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Januari   »   

Tanpa Kasih, Nasihat Tak Berguna!

Selasa, 22 Januari 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ayub 20

Patut disayangkan bahwa teman-teman Ayub bersifat mau menang sendiri dan tidak bersedia melakukan introspeksi diri. Kata-kata mereka sering kasar dan menyakitkan, tetapi mereka gampang tersinggung jika dijawab secara kasar (20:3). Mereka menuntut untuk didengar, tetapi mereka tidak sabar mendengar. Bila mereka mendengar kata-kata Ayub pun, mereka tidak mencerna dengan baik. Mereka tidak peduli terhadap perasaan Ayub. Dengan perkataan lain, mereka tidak memiliki rasa empati. Saat memberi nasihat, mereka tidak memihak Ayub! Saat berinteraksi dengan Ayub, mereka mengambil posisi seperti seorang guru yang tidak mau dibantah atau seperti seorang hakim yang mengadili seorang penjahat. Tanpa disengaja, nasihat teman-teman Ayub selalu bersifat memojokkan dan hanya menambah penderitaan Ayub. Akibatnya, Ayub pun marah dan perkataan Ayub juga menyakitkan bagi teman-temannya. Jelaslah bahwa komunikasi mereka buruk.

Dalam pasal ini, Zofar secara berputar-putar berbicara tentang orang fasik untuk menyindir Ayub. Kesuksesan orang fasik bersifat sementara dan akan berakhir dengan kematian serta penderitaan anak-anaknya (20:4-11). Sekalipun kejahatan mula-mula terasa menyenangkan, orang fasik akan mengalami penderitaan berupa penyakit, ketidaktenangan, kekuatiran, dan kemiskinan (20:12-29). Jelas bahwa perkataan Zofar tentang orang fasik ini ditujukan kepada Ayub.

Kita harus senantiasa melakukan introspeksi diri! Bila kita selalu menganggap diri kita benar dan orang lain salah, diskusi hanya akan menjadi ajang saling serang dan saling menyakiti. Bila kita tidak memiliki rasa empati terhadap penderitaan orang lain, tak mungkin kita bisa menjadi berkat bagi orang tersebut. Tidak ada orang yang mau dianggap bodoh dan direndahkan. Diskusi hanya bisa berjalan dengan baik bila kita mengemukakan hal-hal yang relevan dan benar. Bila ingin menjadi berkat bagi orang lain, tumbuhkan dulu kasih dalam hati kita terhadap orang itu. Apakah Anda memiliki pengalaman menasihati orang lain? Apakah nasihat Anda didengar? Bila nasihat Anda tak didengar, jangan marah, tetapi hendaklah Anda melakukan introspeksi diri. Apakah nasihat Anda digerakkan oleh kasih? Apakah Anda tidak sedang memaksakan pendapat Anda? Bila hati Anda dipenuhi oleh kasih, kasih Anda akan dirasakan oleh orang lain dan Anda pasti akan menjadi berkat! [P]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design