Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Januari   »   

Menghibur Tanpa Menghina

Rabu, 23 Januari 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Ayub 21

Kekesalan Ayub terhadap perkataan Zofar dalam pasal 20 terlihat dari jawaban Ayub, "Izinkanlah aku ganti bicara, setelah itu boleh lagi kamu menghina!" (21:2, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari). Jelas bahwa Ayub memandang nasihat Zofar dan kawan-kawannya--yang menganggap Ayub sebagai orang fasik--sebagai penghinaan. Dalam jawabannya, Ayub juga menguraikan tentang orang fasik, tetapi dari sisi lain, yaitu bahwa ada orang fasik yang sukses dan bahagia (21:7-13). Tanda bahwa seseorang tergolong sebagai orang fasik atau bukan tidak terletak pada kesuksesan atau kegagalannya, melainkan pada sikapnya terhadap Allah. Orang fasik adalah orang yang meninggalkan (mengabaikan) Allah karena mereka tidak merasa memerlukan Allah, dan Ayub dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak demikian! (21:14-16). Bila perkataan Ayub tentang orang fasik dibandingkan dengan pendapat teman-temannya, jelas bahwa Ayub lebih objektif (apa adanya). Ayub tidak sekadar menentang pendapat teman-temannya karena Ayub juga mengakui kemungkinan bahwa orang berdosa (orang fasik) bisa langsung mendapat hukuman Tuhan (21:17-21). Ayub mengemukakan bahwa ada orang fasik yang mati dalam keadaan bahagia, tetapi ada pula orang fasik yang mati dalam keadaan menderita (21:23-24). Karena pendapat teman-teman Ayub tidak sesuai dengan kenyataan dan menimbulkan kesan dipaksakan agar bisa dipakai untuk menyerang, maka nasihat teman-teman Ayub itu tidak menghasilkan penghiburan (21:34).

Bila Anda ingin menjadi berkat, jangan memaksakan pendapat Anda (tanpa mempertimbangkan fakta). Jangan menempatkan diri Anda dalam posisi lebih tinggi (lebih benar, lebih pandai, lebih bijaksana) daripada orang yang hendak Anda hibur. Kita harus memberi nasihat dalam posisi sebagai seorang teman atau seorang saudara yang meluap dengan kasih. Ingatlah kembali pengalaman Anda saat Anda berusaha menghibur keluarga atau teman Anda! Saat Anda hendak menghibur, apakah Anda mempertimbangkan perasaan orang yang Anda hibur? Apakah orang yang Anda hibur menyambut penghiburan yang Anda berikan dengan sukacita? Bila penghiburan yang Anda berikan membuat orang yang hendak Anda hibur menjadi tersinggung, sebaiknya Anda diam, lalu Anda mengevaluasi kembali sikap Anda terhadap orang yang hendak Anda hibur! [P]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design