Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Februari   »   

Mengikuti Agenda Allah

Sabtu, 9 Februari 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Kejadian 14

Pasal 14 berkaitan dengan pasal 13 dalam hal perjanjian Allah dengan Abraham. Allah telah berjanji untuk memberi tanah kepada Abraham, tetapi bagaimana realisasinya? Amrafel (raja Sinear), Ariokh (raja Elasar), Kedorlaomer (raja Elam), dan Tideal (raja Goyim) sedang memperluas daerah jajahan mereka dengan merebut beberapa daerah lain, termasuk daerah Sodom, tempat Lot tinggal. Walaupun Abraham tidak senang berperang, Abraham mengerahkan orang-orangnya yang terlatih untuk mengalahkan empat raja itu demi menyelamatkan Lot dan keluarganya. Perhatikan bahwa Abraham mempunyai 318 orang terlatih yang lahir di rumahnya dan ia juga memiliki sekutu dari pihak lain (14:24). Setelah memenangkan peperangan, Abraham memiliki kesempatan untuk memperoleh kekuasaan atas bangsa-bangsa lain. Dengan kata lain, kesempatan untuk memiliki tanah sudah ada di depan mata. Akan tetapi, apakah Allah menghendaki cara demikian untuk memberikan tanah pusaka kepada Abraham? Jelas bahwa jawabannya adalah "tidak."

Abraham bertemu dengan Melkisedek, raja Salem. Kemungkinan, sebutan "Salem" menunjuk kepada Yerusalem kuno. Melkisedek menjalin hubungan damai dengan Abraham dan Abraham mengungkapkan ketundukannya kepada Melkisedek dengan memberi persembahan persepuluhan kepadanya. Raja Sodom hendak memberikan harta benda hasil jarahan kepada Abraham, tetapi Abraham menolaknya agar Raja Sodom tidak bisa berkata bahwa ia telah memperkaya Abraham. Penolakan Abraham kepada tawaran raja Sodom menunjukkan bahwa ia bergantung kepada Allah, bukan kepada pemberian manusia, untuk bisa membuat dirinya kaya, ternama, dan menjadi bangsa yang besar. Saat itu, Abraham memiliki kesempatan untuk menguasai Kanaan dan Sodom dengan kekuatan militernya. Satu hal yang sangat jelas adalah bahwa janji Allah kepada Abraham semakin bertambah nyata. Walaupun saat itu Abraham belum memiliki tanah pusaka, ia yakin bahwa keturunannya akan memiliki tanah pusaka.

Abraham tunduk kepada rencana dan waktu Allah untuk memperoleh janji Allah. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mengikuti agenda Anda sendiri atau Anda rela dengan sabar mengikuti agenda Allah? Apakah Anda bersandar kepada pengertian Anda sendiri atau kepada Allah? [Sung]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design