Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Februari   »   

Rencana Allah Tak Mungkin Gagal

Minggu, 10 Februari 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Kejadian 15-16

Walaupun janji Allah untuk memberikan tanah Kanaan kepada Abraham telah semakin nyata, Abraham harus menunggu waktu yang ditetapkan Tuhan. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara memperoleh tanah itu sementara tanah itu masih dimiliki bangsa lain? Janji Allah tergantung kepada apakah Abraham mempunyai anak atau tidak. Untuk menjadi sebuah bangsa yang besar, Abraham harus memiliki keturunan. Pada zaman itu, orang yang tidak memiliki anak bisa mengadopsi anak untuk dijadikan ahli waris. Abraham berkata bahwa Eliezer akan menjadi ahli warisnya (15:2-3). Namun, Allah meyakinkan Abraham bahwa anak kandungnyalah yang akan menjadi ahli warisnya. Masalahnya, Allah belum menjelaskan bahwa Sara yang akan melahirkan anak untuk Abraham. Tidak mengherankan bila di pasal 16, Sara masih menyangka bahwa mungkin Abraham akan memiliki anak kandung sendiri melalui Hagar (hamba Sara). Ketika Sara memberikan Hagar kepada Abraham supaya Abraham menghampirinya, Abraham tidak protes (16:1-3). Di pasal 17, Abraham masih berpikir bahwa Ismael (anak kandung yang diperolehnya dari Hagar), adalah ahli waris (17:18). Namun, Tuhan menegaskan bahwa yang akan menjadi ahli waris Abraham adalah anak yang akan dilahirkan oleh Sara sendiri.

Saat merenungkan Kejadian 13, kita telah mengamati bahwa Abraham tidak menganggap Lot sebagai penghalang untuk menerima Tanah Kanaan sebagai tanah pusaka. Di pasal 16 ini, Abraham melihat bahwa kemandulan istrinya adalah penghalang bagi dia untuk memiliki keturunan dan menjadi bangsa yang besar kelak. Setelah Ismael lahir, Abraham dan istrinya mengira bahwa penghalang berkat mereka telah diangkat. Padahal, Ismael sebenarnya adalah penghalang bagi Abraham untuk menerima penggenapan janji Allah bagi keluarganya. Apa yang diusahakan oleh Abraham dan Sara dalam kedua pasal ini telah menimbulkan masalah, khususnya bagi Abraham, untuk menerima penggenapan janji Allah. Akan tetapi, Allah begitu murah hati sehingga Ia tetap memberkati dengan menyelesaikan masalah mereka. Bagi Allah, tidak ada masalah yang terlalu sulit untuk diselesaikan. Tidak ada seorang pun yang dapat menggagalkan rencana Allah. Apakah Anda percaya bahwa Allah sedang menggenapi rencana-Nya untuk membawa Anda kepada hidup yang berbahagia kelak? [Sung]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design