Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Februari   »   

Rencana Allah bagi Umat-Nya

Minggu, 17 Februari 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Kisah Para Rasul 8

Setelah pertobatan sekitar 3000 orang pada hari Pentakosta (2:41), jumlah anggota jemaat di Yerusalem terus bertambah (2:47). Jemaat saat itu memiliki ciri khas, yaitu bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan, serta selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa (2:42). Mereka hidup saling membantu sehingga milik pribadi seakan-akan menjadi milik bersama (2:44-45). Adanya pihak oposisi (para pemimpin agama) yang bersikap represif (menekan) tidak bisa menahan pertumbuhan jemaat. Jumlah anggota jemaat bertambah terus sampai mencapai 5000 orang (4:1-4). Dari satu sisi, kita mungkin terkagum-kagum dan menganggap jemaat di Yerusalem sebagai jemaat yang ideal. Dari sisi yang berbeda, tanpa disadari, jemaat di Yerusalem telah mengabaikan Amanat Agung Kristus, yaitu amanat untuk menjadikan semua bangsa--bukan hanya penduduk Yerusalem atau orang Yahudi saja--sebagai murid Kristus. Oleh karena itu, Allah membiarkan terjadinya penganiayaan yang hebat terhadap jemaat Yerusalem. Penganiayaan tersebut membuat para anggota jemaat di Yerusalem, kecuali para rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Perhatikan bahwa mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil (8:1, 4). Dengan demikian, jelaslah bahwa penganiayaan itu diizinkan terjadi oleh Tuhan serta dimanfaatkan untuk mewujudkan misi menjangkau semua bangsa di seluruh dunia, bukan hanya bangsa Yahudi di Yerusalem saja.

Rencana Allah tak pernah berubah. Allah telah menetapkan bahwa murid-murid Tuhan Yesus akan menjadi saksi "di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8). Perhatikan bahwa kata penghubung yang dipakai adalah kata "dan", bukan kata "lalu". Bagi orang Kristen (gereja) pada masa kini, hal itu berarti bahwa pelayanan kita harus memiliki aspek ke dalam (ibadah, persekutuan, pembinaan, diakonia ke dalam) serta aspek keluar (misi, diakonia keluar) secara bersama-sama (bukan berurutan). Apakah Anda dan gereja Anda telah berusaha mempertahankan keseimbangan pelayanan ke dalam dan pelayanan keluar? Bila kita (gereja) mengabaikan rencana Allah untuk menjangkau semua bangsa, ingatlah bahwa Allah bisa memakai cara apa saja--termasuk mengizinkan terjadinya penganiayaan--untuk mengingatkan umat-Nya akan tugas menjangkau dunia ini! [P]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design