Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Februari   »   

Dua Tipe Orang Kristen

Selasa, 26 Februari 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Matius 6:19-34

Pada bagian ini, Tuhan Yesus menjelaskan tentang bagaimana para murid bisa hidup di dunia ini di dalam kebenaran, yaitu dalam relasi dengan harta (6:19-34), saudara (7:1-5), musuh (7:6), dan dengan Allah (7:7-11).

Menurut Alkitab, uang pada dirinya sendiri tidaklah jahat. Orang yang bijak dapat mengatur hartanya (lihat Amsal 6:6-8). Uang bisa dipakai untuk menjadi berkat bagi saudara seiman serta siapa saja yang membutuhkan bantuan (lihat 1 Timotius 5:8). Tuhan ingin agar kita menikmati apa yang telah Ia berikan (1 Timotius 4:3-4; 6:17). Akan tetapi, cinta akan uang dan menjadikan uang sebagai tujuan utama yang dikejar dalam hidup adalah jahat (bandingkan dengan 1 Timotius 6:10). Mengapa demikian? Orang yang mencintai uang adalah orang yang merasa bahwa uang memberi keamanan dan memelihara hidupnya. Dengan demikian, uang mengambil posisi yang seharusnya ditempati Allah. Dengan demikian, orang yang mencintai uang telah menduakan Allah, Tuhan Yesus berkata bahwa kita tidak dapat secara bersamaan mengabdi kepada Allah dan kepada mamon--kata ini berasal dari kata dalam bahasa Aram mamona, artinya harta--karena mengasihi yang satu berarti membenci yang lain (Matius 6:24). Orang yang berusaha mengabdi kepada Allah dan kepada mamon akan hidup penuh kekuatiran--kata ini berasal dari kata Yunani Merimnao yang berarti pikiran yang terbagi-bagi). Cara pandang kita akan harta menentukan cara kita menjalani hidup (Matius 6:22-23).

Ada dua tipe orang Kristen di dalam hidup ini. Tipe pertama adalah orang Kristen KALAU, yaitu orang Kristen yang baru dapat percaya kepada Allah KALAU keadaannya baik. KALAU keadaannya buruk, maka Tuhan menjadi sasaran empuk untuk menerima penghakiman. Orang Kristen tipe ini sesungguhnya tidak sungguh-sungguh percaya kepada Allah, mereka hanya percaya kepada berkat-berkat Allah. Oleh karena itu, saat mereka tidak merasakan berkat Allah, Allah dianggap tidak ada. Tipe kedua adalah orang Kristen SEKALIPUN, yaitu orang Kristen yang akan tetap percaya kepada Allah SEKALIPUN kenyataan hidupnya penuh dengan penderitaan. Dia percaya bahwa Allah itu baik dan Allah sedang merencanakan hal yang baik dalam hidupnya, meskipun ia sedang melewati keadaan yang tidak baik. Orang Kristen tipe ini percaya bahwa Dialah Allah, Sang Pencipta dan Pemelihara hidup ini. Periksalah hidup Anda: Orang Kristen tipe manakah Anda saat ini? [FL]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design