Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Maret   »   

Bukti Kesetiaan Tuhan (4)

Minggu, 17 Maret 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Kejadian 31

Mulai pasal 31, kita akan melihat serangkaian akibat dari perbuatan dosa dalam keluarga Yakub, sekaligus kita juga dapat melihat kesetiaan Tuhan atas janji-Nya yang ditunjukkan dengan cara memberikan jalan keluar atas masalah yang muncul.

Masalah pertama yang muncul dalam bacaan Alkitab hari ini adalah bahwa Yakub dan keluarganya terpaksa melarikan diri dari rumah Laban setelah mereka sadar bahwa Laban telah mencurigai perbuatan culas (curang, tidak jujur) yang dilakukan oleh Yakub (31:1-2). Meskipun Tuhan sendiri berfirman menyuruh Yakub untuk pergi (31:3), jelas bahwa kondisi tidak nyaman itu terjadi karena kesalahan Yakub. Sayangnya, Yakub tidak merasa bersalah (bertobat), malahan dia berusaha membenarkan diri sendiri. Yakub menuduh Laban yang melakukan kecurangan terhadap dirinya (31:5-8) dan dia mengatakan bahwa apa yang diperolehnya merupakan berkat Allah baginya (31:7-12), padahal taktik keculasan Yakub terlihat jelas (30:37-43). Jawaban Yakub menunjukkan bahwa dia tidak mau bertanggung jawab dan tidak bersedia mengakui kesalahannya. Akhirnya, Laban mengizinkan Yakub dan keluarganya pergi. Kisah ini, menunjukkan bahwa dosa yang dipertahankan dan sikap membenarkan diri sendiri akan melahirkan dosa yang baru. Namun, ganjaran Tuhan tidak pernah salah sasaran. Pembuat dosa akan merasakan akibat dosa yang dilakukannya.

Masalah kedua dalam keluarga Yakub terjadi karena Rahel—istri kesayangan Yakub—bertindak terlampau jauh dengan mencuri terafim milik Laban—ayahnya sendiri—yang tercatat di Alkitab sebagai dewa asing di mata Tuhan. Hal ini menunjukkan kegagalan Yakub dalam mengajarkan kebenaran Tuhan kepada Rahel. Kemungkinan besar, Rahel "terpaksa" mengandalkan ilah lain karena ia dikuasai oleh rasa kuatir.

Kasih dan kesetiaan Tuhan terhadap janji-Nya kepada Yakub terlihat jelas melalui intervensi langsung yang Ia lakukan terhadap Laban. Allah berfirman secara langsung dalam suatu mimpi agar Laban tidak berlaku kasar terhadap Yakub (31:24). Oleh karena itu, sebelum Laban melepas kepergian Yakub dan seluruh keluarganya, Laban mencium cucu-cucunya dan anak-anaknya serta memberkati mereka (31:55). Sungguh sangat luar biasa kesetiaan Tuhan terhadap janji-Nya, meskipun pewaris janji itu bukanlah orang yang setia! [Sung]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design