Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Maret   »   

Petualangan Sang Putra Kesayangan (1)

Senin, 25 Maret 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Kejadian 39-40

Penulis kitab Kejadian kini mengalihkan perhatiannya pada kisah Yusuf, sang putra kesayangan yang tiba-tiba harus menjalani kehidupannya yang bertolak belakang (sebagai budak) akibat kebrutalan saudara-saudaranya sendiri. Alkitab menyatakan bahwa ia dijual kepada Potifar—kepala pasukan pengawal Firaun—sebagai budak belian. Namun, Tuhan yang Mahaadil tidak membiarkan orang benar menderita.

Di awal pasal 39, penulis kitab Kejadian menyampaikan bahwa Tuhan Allah sendiri yang menyertai Yusuf dan membuat apa pun yang dikerjakannya berhasil dengan gemilang, sehingga dalam tempo singkat, karir Yusuf melejit dengan cepat. Hampir seluruh isi rumah sang kepala pasukan pengawal raja berada di bawah wewenangnya, kecuali sang tuan beserta istrinya. Yusuf bebas mengatur seisi rumah sekehendak hatinya. Penampilan Yusuf amat mempesona sehingga sang nyonya rumah jatuh cinta kepadanya dan bahkan dibutakan oleh cinta tersebut. Ketika sadar bahwa sang budak menolak untuk menerima cinta yang terlarang itu, sang nyonya menjadi marah dan memfitnah Yusuf. Sungguh, karakter Yusuf amat berbeda dengan Esau! Dia lebih memilih masuk penjara ketimbang mengkhianati tuannya.

Turunnya Yusuf dari jabatan kepala rumah tangga menuju penjara bukanlah akhir dari karirnya, bahkan sebaliknyalah yang terjadi. Tuhan Allah menyertai Yusuf, sehingga ia segera menjadi tangan kanan kepala penjara (39:21-23). Keadaan "terpuruk" di dalam penjara itulah yang membuka jalan bagi lompatan karir sang terpidana. Saat berada di dalam penjara, Yusuf bertemu dengan kepala juru minuman dan kepala juru roti Firaun. Mereka berdua mendapat mimpi, tetapi mereka tidak mengerti artinya sehingga mereka menjadi sedih. Setelah mimpi mereka diceritakan kepada Yusuf, ternyata bahwa Yusuf bisa menjelaskan arti mimpi mereka berdua, dan mimpi mereka terwujud tepat seperti yang dijelaskan oleh Yusuf.

Kisah Yusuf akan berlanjut di pasal-pasal berikutnya, namun prinsipnya tetap sama, yaitu bahwa Tuhan adalah Allah yang adil, sehingga Ia akan membela orang yang benar. Bila Anda sedang berada dalam keadaan terpuruk seperti tanpa harapan, ingatlah bahwa Tuhan adalah sumber pengharapan dan kelegaan bagi setiap orang yang mencari-Nya. Soli Deo Gloria! [Sung]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design