Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   April   »   

Tuhan Yesus Disalibkan dan Mati

Jumat, 19 April 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Matius 27:32-56

Bacaan Alkitab hari ini menceritakan kisah paling mulia dan paling agung yang pernah terjadi dalam sejarah. Karena kasih-Nya, Tuhan Yesus yang tidak berdosa dengan taat menyerahkan tubuh-Nya, mengalami siksaan salib, dan menyerahkan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi dosa umat manusia. Bacaan Alkitab hari ini mengandung dua kebenaran:

Pertama, kematian Tuhan Yesus adalah fakta sejarah. Penulis menampilkan bukti lengkap yang menunjukkan bahwa penyaliban dan kematian Tuhan Yesus adalah peristiwa nyata dalam sejarah, bukan fiksi. Selain menceritakan lokasi dan waktu kejadian secara persis, penulis menggambarkan secara rinci perjalanan Tuhan Yesus memikul salib menuju Golgota, proses penyaliban, penjagaan oleh tentara di bawah salib, hingga kematian-Nya. Bukti sejarah lain yang tak terbantahkan adalah adanya daftar panjang saksi mata dengan latar belakang berbeda dari peristiwa tersebut. Para saksi mata hadir di sana dengan berbagai kepentingan, mulai dari Simon dari Kirene yang dipaksa memikul salib, para tentara yang menjalankan tugas, para pemimpin agama yang membenci Dia, para penyamun yang disalib bersama-Nya, hingga para pengikut-Nya, yakni para murid dan beberapa perempuan, termasuk ibu-Nya sendiri. Semua bukti sejarah di atas dengan tegas mengonfirmasi bahwa kematian Tuhan Yesus adalah fakta sejarah.

Kedua, kematian Tuhan Yesus lebih dari sekadar kematian manusia biasa. Kematian-Nya menggoncangkan alam semesta melalui peristiwa supernatural, yakni gempa bumi, bukit terbelah, kuburan terbuka dan orang kudus bangkit, serta matahari berhenti bersinar selama tiga jam (lihat Luk. 23:44). Kematian tersebut memulihkan relasi antara manusia dengan Allah yang ditandai dengan terbelahnya tabir Bait Suci dari atas hingga ke bawah, sebuah simbol berakhirnya era persembahan korban dan dimulainya era anugerah. Dengan mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban penebus dosa, Tuhan Yesus membuka sebuah akses baru bagi setiap orang percaya untuk dapat datang kepada Allah.

Kita tidak hanya patut bersyukur untuk kematian Tuhan Yesus yang telah membayar lunas hutang dosa kita, tetapi kita juga perlu mengabarkan kasih dan kematian-Nya kepada orang yang belum percaya kepada-Nya. Sudahkah Anda bersyukur untuk kematian Tuhan Yesus bagi Anda? Sudahkah Anda mengabarkan kematian-Nya untuk menebus dosa umat manusia? [TF]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design