Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   April   »   

Petualangan Sang Putra Kesayangan (2)

Jumat, 26 April 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Kejadian 41

Alkitab mencatat ada jeda waktu dua tahun pasca Yusuf berhasil menafsir mimpi kepala juru minuman dan juru roti. Hal ini berarti bahwa sudah dua tahun, ia dilupakan oleh sang juru minuman yang telah dibebaskan dan direhabilitasi. Dua tahun tentu saja bukan waktu yang singkat, apalagi jika jangka waktu dua tahun itu dihabiskan dengan kondisi terbelenggu dalam dinding penjara yang suram dan lembab. Akan tetapi, kita memahami bahwa dalam pandangan Tuhan, tidak ada kata terlambat bagi rencana-Nya yang mahaagung.

Alkisah, suatu malam, Firaun mendapat mimpi yang sangat menggelisahkan hatinya. Mimpi yang menggelisahkan tersebut bukan hanya satu, melainkan dua mimpi yang kurang lebih bertema sama dan sama-sama mengerikan! Firaun begitu gelisah, sehingga ia segera menitahkan agar semua ahli dan orang berilmu di Mesir dikumpulkan untuk diminta menjelaskan maksud mimpinya. Tentu saja tidak pernah ada ilmu di dunia ini yang bisa menerangkan apa maksud mimpi tersebut dan memang pada dasarnya tidak akan pernah ada seorang pun yang bisa menafsirkan mimpi orang lain. Di tengah kegalauan hatinya, tampillah sang juru minuman yang segera mengabarkan tentang sosok anak muda ahli tafsir mimpi dalam penjara yang bernama Yusuf. Singkat cerita, Yusuf dengan gamblang menjelaskan bahwa bukan dia yang ahli menafsirkan mimpi raja, namun Tuhanlah yang memberinya hikmat untuk menjelaskan mimpi Firaun. Nampak jelas bagi kita bahwa Tuhan telah mengatur jalan hidup Yusuf dari pecundang menjadi pahlawan, dari terpidana menjadi penguasa. Posisi Yusuf bahkan menjadi lebih tinggi dari Potifar, sang tuan yang menjebloskannya ke dalam penjara. Bahkan, Yusuf dapat dikatakan sebagai "juruselamat" umat manusia di sekitar Mesir (termasuk keluarganya sendiri) kala itu dengan hikmat yang Tuhan berikan padanya.

Kita dapat melihat karya tangan Tuhan yang luar biasa di dalam kehidupan Yusuf, suatu karya yang sulit dipahami pada awalnya. Namun, kesetiaan dan keyakinan Yusuf yang teguh kepada Tuhan membuat pada akhirnya, Yusuf dapat merasakan indahnya rencana Tuhan dalam hidupnya. Maukah Anda tetap taat dan setia pada Tuhan dalam periode terburuk kehidupan Anda? [Sung]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design