Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   April   »   

Efek Kepak Sayap Kupu-kupu

Sabtu, 27 April 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Kejadian 42

Apakah peristiwa yang terjadi saat ini berkaitan dengan peristiwa lain di masa lampau yang dilakukan orang lain? Pertanyaan ini sangat menarik untuk disimak dan dipelajari dalam struktur pemikiran filsafat Butterfly Effect, yaitu teori bahwa kepak sayap kupu-kupu di suatu tempat dapat mengakibatkan badai di tempat lain yang berjauhan. (Artinya, tindakan kecil di suatu tempat berakibat besar di tempat lain). Tentu saja hal ini tidak bisa serta merta kita dapati jawabannya karena pengetahuan manusia terbatas. Sekalipun demikian, sebagai orang percaya, kita tahu bahwa Tuhan memegang kendali atas seluruh peristiwa di masa lampau, sekarang, dan masa depan.

Siapa yang bisa mengira bahwa Yusuf yang telah jatuh dalam kondisi yang paling terpuruk ternyata mampu menjadi salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah Mesir – bahkan mungkin menjadi satu-satunya orang asing yang menjadi pemimpin di Mesir dalam usia yang baru 30 tahun saja. Bukan hanya itu, keberadaan Yusuf juga menjadi juru selamat bukan hanya bagi bangsa Mesir dan sekitarnya, namun juga bagi bangsa Israel, melalui kemurahannya menjadi berkat bagi para abangnya yang dahulu tega membuang dan bahkan hampir membunuhnya. Sungguh suatu contoh Butterfly Effect yang sangat riil.

Pasal 42 ini mengisahkan keselamatan dari ancaman kelaparan yang dialami oleh keluarga besar Yakub, sekaligus menunjukkan belas kasihan Tuhan yang dianugerahkan kepada keluarga yang sesungguhnya tidak layak menerima anugerah tersebut. Dilandasi sedikit kenakalan, sekaligus demi mengobati kerinduan dan keinginan Yusuf untuk membawa keluarganya ke Mesir, Yusuf menahan Simeon—abangnya—dan menuntut agar Benyamin dibawa ke Mesir. Yusuf menjadi palu godam yang memukul perasaan saudara-saudaranya yang dulu iri hati kepadanya. Sungguh, Tuhan Allah menguasai segala zaman dan Ia bisa mengubah setiap hal buruk menjadi alat untuk melaksanakan rencana-Nya yang sesungguhnya baik!

Bagaimana kondisi Anda hari ini? Apakah Anda sedang berada dalam keadaan terpuruk? Apakah Anda merasa putus asa dan Tuhan terasa seperti tidak peduli terhadap diri Anda? Bersabarlah dan tetaplah setia pada-Nya karena Ia sedang merancang Butterfly Effect untuk kemuliaan-Nya! [Sung]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design