Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Mei   »   

Bayangan Keselamatan

Rabu, 15 Mei 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Keluaran 12:29-51

Kita perlu mencamkan bahwa Paskah pada zaman Musa berbeda dengan Paskah yang dirayakan orang Kristen pada masa kini. Pada malam sebelum bangsa Israel meninggalkan Tanah Mesir, Allah membunuh semua anak sulung bangsa Mesir. Orang Israel harus membubuhkan darah anak domba ke dua tiang pintu dan ambang atas. Adanya darah di sana akan membuat Allah "melewati" (Dalam bahasa Ibrani disebut "Pesach" dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "Paskah") rumah itu dan tidak membunuh anak sulung yang ada di rumah itu (12:12-13). Karena peristiwa "dilewatkannya" anak sulung Israel dari kematian yang menimpa anak sulung bangsa Mesir merupakan peristiwa penting dalam sejarah Israel, peristiwa itu tetap dirayakan setiap tahun oleh orang-orang Yahudi sampai sekarang. Paskah pada zaman Musa itu tidak diperingati oleh orang Kristen karena peringatan semacam itu tidak relevan bagi orang Kristen non-Yahudi. Bagi orang Kristen, Paskah pada zaman Musa itu dipandang sebagai "bayangan" dari apa yang dikerjakan oleh Kristus melalui kematian-Nya sebagai "Anak Domba Allah" di kayu salib (Yohanes 1:29; Ibrani 10:1). Sebagaimana Allah tidak membunuh anak sulung orang Israel karena darah anak domba yang dibubuhkan di tiang dan ambang atas pintu orang Israel, demikian pula Allah tidak akan menghukum orang yang percaya kepada pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Sebagaimana Allah—pada zaman Perjanjian Lama—memerintahkan agar bangsa Israel merayakan Paskah setiap tahun, demikian pula Kristus—dalam Perjanjian Baru—memerintahkan agar kematian-Nya untuk menebus dosa manusia diperingati (Lukas 22:19-20; 1 Korintus 11:23-26).

Bagi orang Yahudi, perayaan Paskah merupakan salah satu perayaan yang sangat penting. Pada hari raya Paskah, orang Yahudi dari tempat-tempat yang jauh pun harus berkumpul di Yerusalem untuk merayakan Paskah. Banyak orang Yahudi yang sampai saat ini tetap tidak mengerti (atau tidak memercayai) bahwa Paskah yang mereka rayakan hanyalah bayangan dari keselamatan sesungguhnya yang telah terwujud dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Gereja Kristen saat ini pada umumnya selalu merayakan Paskah setiap tahun. Sungguh aneh bila orang Kristen yang telah mengalami penggenapan keselamatan di dalam Kristus tidak menyambut perayaan Paskah! [P]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design