Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Juni   »   

Jangan Menghakimi Saudaramu

Rabu, 26 Juni 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Roma 14:1-12

Apa yang dimaksud dengan tindakan "menghakimi" dalam Roma 14:1-12? Mengingat bahwa proses penghakiman tidak disebut dalam surat Roma, jelas bahwa perintah "Jangan menghakimi" sesama anggota jemaat dalam surat ini bukanlah dimaksudkan untuk melarang proses pengadilan di pengadilan resmi yang sudah diatur dalam hukum Taurat, melainkan menghakimi dalam percakapan sehari-hari, baik dalam perca-kapan pribadi maupun dalam komunitas.

Menghakimi dalam percakapan sehari-hari adalah dilarang, baik oleh Tuhan Yesus sendiri (Matius 7:1-3) maupun oleh Rasul Paulus (14:13). Dalam perikop ini, konteks yang dituju oleh Rasul Paulus adalah meng-hakimi secara sembarangan, menuduh tanpa bukti, mencela tanpa pera-saan, dan memaki-maki tanpa belas kasihan. Rasul Paulus mengecam ke-biasaan orang yang suka mencela atau menyalahkan orang lain secara sembarangan, baik yang menyangkut ketidakbenaran dalam dasar peng-hakiman maupun menyangkut ketidakadilan dalam penghakiman yang dilakukan. Ada tiga masalah yang dibahas dalam bacaan Alkitab hari ini: Pertama, mengenai soal makan atau tidak makan. Orang yang makan jangan menghina yang tidak makan, dan orang yang tidak makan ja-ngan menghakimi orang yang makan (14:3). Kedua, mengenai hamba orang lain. Ada orang yang kepoh (senang mencampuri urusan orang lain), termasuk terhadap hamba orang lain. Status sosial hamba pada sa-at itu sangat rendah: dia adalah milik tuannya. Dia terikat dengan tuan-nya, tetapi dia manusia bebas bagi orang lain, sehingga orang yang bu-kan tuannya tidak boleh menghakimi hamba itu (14:4). Ketiga, mengenai sikap terhadap hari tertentu. Ada orang yang menganggap hari yang sa-tu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi orang lain menganggap semua hari sama saja. Jangan saling menghakimi mengenai hari tertentu seolah-olah pendapat diri Andalah yang paling benar. Siapa berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan (14:5-6). Jangan mempersoalkan hal yang bisa menimbulkan perdebatan yang tidak perlu (tidak penting).

Untuk menjauhi sikap saling menghakimi, sikap toleran sangat di-butuhkan dalam komunitas orang percaya. Walaupun berbeda pan-dangan atau sikap, Kita harus bisa menerima keberadaan sesama kita. Jangan memusuhi orang yang berbeda pandangan! Dibutuhkan sikap to-leran agar kita terhindar dari fanatisme yang sempit. [Souw]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design