Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Juli   »   

Pahami Batas-batas Kehidupan!

Senin, 15 Juli 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Keluaran 22:18-20

Ada beberapa hal yang secara jelas dibenci TUHAN, antara lain adalah relasi dengan roh jahat atau sembahan selain TUHAN serta cara hidup yang menyimpang dari kewajaran. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Allah secara tegas melarang praktik sihir (mengandalkan kuasa roh yang bukan kuasa TUHAN), berhubungan seks dengan binatang, dan mempersembahkan korban kepada ilah lain. Kita harus merasa puas dengan kehidupan yang wajar. Jangan berusaha mengerti hal-hal yang mistik (gaib, tidak nampak oleh mata). Waktu kita berusaha memiliki kuasa yang di luar kewajaran, kita bisa terjerumus menjadi orang yang mengabaikan kuasa Allah. Walaupun dalam kehidupan ini terdapat kuasa-kuasa gaib yang nampak menakjubkan, kita harus memilih untuk tetap bersandar kepada Allah dan melawan godaan untuk mencari kuasa di luar Allah. Karena Allah sudah menetapkan bahwa hubungan seks manusia itu harus antara pria dan wanita, maka hubungan seks dengan binatang dan hubungan seks sesama jenis merupakan hubungan seks yang tidak wajar dan terlarang. Manusia boleh bereksperimen dan berinovasi, tetapi eksperimen dan inovasi itu memiliki batas-batas yang tidak boleh dilanggar. Bila manusia melangkah terlalu jauh sehingga meninggalkan ketetapan Allah, hukuman pasti akan muncul. Dosa yang dilakukan secara sengaja akan membuat manusia harus berhadapan dengan hukuman Allah!

Dalam Perjanjian Baru, terdapat kisah dua orang yang hendak menipu Allah dalam hal persembahan, yaitu Ananias dan Safira. Mereka ingin menjadi orang yang terkenal. Oleh karena itu, mereka menjual tanah yang mereka miliki, lalu menyerahkan sebagian hasil penjualan tanah kepada Rasul Petrus dengan mengakui sebagian hasil penjualan itu sebagai seluruh hasil penjualan tanah. Dengan demikian mereka meremehkan Allah (mencobai Allah) karena mereka mengira bahwa Allah tidak memahami tipu daya mereka. Kita pun harus waspada agar kita tidak meremehkan kemahakuasaan Allah atau kemahatahuan Allah. Walaupun Allah tidak selalu langsung menjatuhkan hukuman saat kita berbuat dosa, kita harus waspada agar kita tidak mencobai Allah! Kita harus menjauhi semua dosa yang sudah jelas akan menyakiti hati Allah. Apakah Anda sudah berusaha memahami batas-batas yang boleh/tidak boleh dilakukan dalam kehidupan Anda? [GI. Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design