Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Juli   »   

Janji dan Tuntutan Allah

Sabtu, 20 Juli 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Keluaran 23:20-33

Janji Allah kepada bangsa Israel luar biasa. Ia berjanji untuk mengutus malaikat-Nya mendampingi umat Israel. Malaikat Allah itu akan merealisasikan semua janji Allah kepada umat-Nya, khususnya yang berkaitan dengan Tanah Perjanjian (Tanah Kanaan, 23:20, 23, 30-31). Allah berjanji untuk memberikan makanan, minuman, kesehatan, dan kemenangan dalam peperangan (23:20, 23, 25-31). Respons yang dituntut Allah dari umat Israel adalah kesediaan mendengar, ketaatan, dan kesetiaan kepada Allah (23:21-22, 24-25), serta kesediaan untuk tidak mengikat perjanjian dengan penduduk Tanah Kanaan (23:32). Mengingat bahwa bangsa Israel telah melihat berbagai perbuatan Allah yang dahsyat, baik selama mereka masih berdiam di Mesir maupun sepanjang perjalanan ke padang gurun, seharusnya jelas bahwa janji Allah sangat meyakinkan dan tuntutan-Nya tidaklah berat. Sayangnya, di kemudian hari, nampak bahwa bangsa Israel tidak dapat bertahan untuk terus setia kepada Allah.

Orang percaya pada zaman ini adalah pewaris janji Allah yang diberikan kepada Abraham (Galatia 3:29). Ada banyak sekali janji yang diberikan Allah kepada umat-Nya di dalam Alkitab. Sebagian janji bersifat khusus (hanya berlaku saat itu), tetapi ada sangat banyak janji yang bersifat umum (Berlaku sepanjang zaman). Yang dituntut Allah dari umat-Nya pada masa kini masih tetap sama dengan apa yang dituntut Allah pada masa lampau, yaitu kesediaan untuk mendengarkan firman Tuhan, kesediaan untuk taat, dan kesetiaan. Sangatlah bodoh bila kita membiarkan hati kita tertarik kepada tawaran dunia ini dan mencampakkan janji-janji yang begitu berharga yang kita warisi di dalam Kristus. Sekalipun demikian, di satu pihak, perlu disadari bahwa ketaatan yang dituntut Allah itu adalah ketaatan jangka panjang atau ketaatan yang disertai dengan kesetiaan. Di lain pihak, Iblis terus-menerus mencari kesempatan untuk menggoda kita dan menggoyahkan iman kita (bandingkan dengan Lukas 4:13 dan 1 Petrus 5:8). Sepanjang zaman, firman TUHAN tetap merupakan sumber kekuatan yang akan menolong kita untuk melawan dan menolak godaan Iblis (Perhatikan bahwa Tuhan Yesus pun memakai firman TUHAN sebagai senjata untuk mengalahkan godaan Iblis (Matius 4:4, 7, 10). Kita perlu memandang kehidupan kita ini sebagai arena untuk berlomba dalam iman. Untuk memenangkan perlombaan ini, kita harus melawan dosa, bertekun, dan meneladani Kristus (Ibrani 12:1-4). [GI. Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design