Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Juli   »   

Perjanjian dengan Darah

Minggu, 21 Juli 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Keluaran 24

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Allah membuat perjanjian dengan umat Israel yang disahkan dengan darah. Dilibatkannya Nadab dan Abihu (24:1,9)—yaitu anak-anak Harun (6:22)—disebabkan karena Harun dan anak-anaknya kelak akan memegang jabatan sebagai imam (28:1; 40:12-15). Sebagai imam, mereka akan mewakili umat Allah untuk mempersembahkan korban kepada Allah serta mewakili Allah untuk menyampaikan perintah dan ketetapan Allah kepada umat Israel. Tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel menunjuk kepada para pemimpin umat Israel yang dipilih untuk membantu Musa mengatasi berbagai masalah yang muncul di antara bangsa Israel (bandingkan dengan Keluaran 18:13-26; Bilangan 11:16-25). Yosua ikut dilibatkan karena dialah yang akan memimpin bangsa Israel setelah Musa meninggal.

Dalam Perjanjian Lama, darah dipakai untuk mengesahkan suatu perjanjian (Ibrani 9:18, 22). Dalam Keluaran 24, perjanjian ini menyangkut janji seluruh bangsa Israel (24:3) untuk melakukan segala firman TUHAN (menunjuk kepada sepuluh hukum, pasal 20) dan segala peraturan (pasal 21-23). Saat korban binatang dipersembahkan, darah binatang disiramkan ke atas mezbah (24:5-8). Saat TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abraham—walaupun tidak disebut tentang darah—adanya korban binatang mencakup pemahaman bahwa ada darah yang dicurahkan untuk mengesahkan perjanjian itu (Kejadian 15:7-21).

Pencurahan darah binatang adalah penyucian secara lahiriah yang tidak sempurna (harus diulang-ulang) dan bersifat lahiriah. Penyucian lahiriah adalah simbol dari penyucian hati nurani yang hanya bisa dihasilkan melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Pengorbanan Yesus Kristus adalah pengorbanan yang sempurna dan tidak perlu diulang (Ibrani 9:11-28). Oleh karena itu, orang Kristen pada masa kini sudah tidak melaksanakan sistem pengorbanan pada zaman Perjanjian Lama. Pengorbanan Yesus Kristus yang dilakukan hanya satu kali itu cukup untuk membuat setiap orang yang percaya kepada-Nya mengalami pengampunan dosa, bahkan mengalami pembaruan hidup (kelahiran kembali secara rohani), sehingga orang yang sungguh-sungguh memercayai Yesus Kristus menjadi manusia baru yang selalu rindu untuk melakukan kehendak Allah. Apakah Anda sudah mengalami penyucian dari dosa yang dikerjakan oleh darah Kristus itu? [GI. Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design