Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Agustus   »   

Anugrah Untuk Membangun

Jumat, 23 Agustus 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : 1 Korintus 12:1-11

Semua karunia rohani diberikan oleh Roh Kudus berdasarkan kehendak-Nya bagi orang percaya. Tujuan utama pemberian karunia-karunia rohani adalah agar orang percaya memuliakan Kristus, baik di tengah jemaat maupun di luar jemaat (12:3). Roh Kudus hadir untuk bersaksi tentang Kristus, sehingga semua karunia rohani jelas dimaksudkan untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk memuliakan diri sendiri. Rasul Paulus menjelaskan hal ini karena ada anggota jemaat Korintus yang bersikap "masa bodoh" terhadap karunia-karunia rohani. Ayat 1b dapat diterjemahkan menjadi, "Aku tidak ingin kalian bersikap masa bodoh." Kemungkinan, sikap masa bodoh ini disebabkan karena mereka merasa sudah mengerti tentang karunia-karunia rohani. Rasul Paulus mengingatkan bahwa karunia-karunia Roh Kudus berbeda dengan karunia-karunia yang diajarkan dalam upacara penyembahan berhala (12:1-2)

Karunia-karunia rohani yang diberikan Roh Kudus dimaksudkan untuk membangun gereja (12:7), bukan untuk berkompetisi atau untuk kebanggaan dan kepentingan pribadi. Karunia-karunia rohani itu berbeda-beda bagi setiap orang agar bisa digunakan untuk saling melengkapi. Tidak semestinya bila karunia-karunia yang diberikan oleh Roh yang sama itu dibanding-bandingkan untuk menentukan siapa yang memiliki karunia lebih besar dan siapa yang memiliki karunia lebih kecil (12:11). Pemberian karunia-karunia rohani itu didasarkan pada kehendak dan kedaulatan Roh Kudus, bukan pada kehendak kita. Oleh karena itu, wajar bila kita tidak selalu bisa memahami mengapa Roh Kudus memberikan karunia tertentu kepada seseorang. Yang paling penting untuk diperhatikan adalah bahwa karunia-karunia rohani itu tidak menentukan kedewasaan rohani seseorang. Perkataan "karunia-karunia rohani" dalam bahasa Yunani—yaitu kharismata—berasal dari kata kharis yang berarti anugerah (pemberian tanpa syarat). Kharismata ini diberikan kepada orang-orang tertentu tanpa memandang kedewasaan rohaninya. Oleh karena itu, syarat bagi seorang pemimpin rohani bukanlah karunia rohani, tetapi kedewasaan rohani (1 Tim. 3:1-13; Titus 1:5-9). Karunia-karunia rohani penting untuk membangun jemaat. Akan tetapi, yang terpenting untuk dilakukan oleh semua orang percaya adalah mengejar pengenalan dan keserupaan dengan Kristus, bukan mengejar karunia rohani. [GI Wirawaty Yaputri]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design