Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   September   »   

Ingat, Lemak Adalah Kepunyaan Tuhan!

Selasa, 3 September 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Imamat 3

Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan tentang persembahan korban keselamatan. Tujuan persembahan korban keselamatan adalah untuk mendapatkan keselamatan (damai-sejahtera) serta menjalin persekutuan antara yang mempersembahkan dengan Tuhan. Persembahan korban keselamatan merupakan ungkapan syukur kepada Allah atas segala berkat-Nya. Di pasal 7, kita bisa membaca tentang tiga macam persembahan korban keselamatan, yaitu korban syukur, korban nazar, dan korban sukarela (7:11, 16). Perhatikan bahwa dalam upacara persembahan korban keselamatan, sesudah bagian untuk Tuhan Allah dipersembahkan lebih dahulu, orang yang mempersembahkan dan para imam ikut mendapat bagian makanan dari persembahan korban ini.

Prosedur mempersembahkan korban keselamatan ini mirip dengan persembahan korban bakaran, termasuk hal menyiramkan darah ke sekeliling mezbah. Binatang yang dipakai sebagai korban keselamatan dapat berupa lembu atau kambing domba, tetapi—berbeda dengan korban bakaran—binatang yang dipersembahkan dapat berupa hewan jantan maupun betina. Hal ini menunjukkan bahwa korban keselamatan tidak sepenting korban bakaran (yang harus berupa binatang jantan). Hanya bagian lemak dari binatang—yang dibakar semuanya sebagai korban api-apian—yang baunya menyenangkan bagi Tuhan. Lemak dipandang sebagai bagian yang terbaik dari binatang. Mempersembahkan semua lemak kepada Allah merupakan pengakuan bahwa Tuhan itu layak menerima segala hormat dan pujian.

Bagaimana dengan mereka yang menganggap rendah ritual persembahan korban ini? Alkitab memberikan peringatan melalui kisah Imam Eli yang membiarkan anak-anaknya—sebagai imam-imam—memakan lemak dari persembahan ini. Eli ditegur karena ia dianggap lebih menghormati anak-anaknya daripada menghormati Tuhan (1 Samuel 2:29). Imam Eli bukan hanya mendapat teguran, tetapi Tuhan menghukum keluarganya karena "Segala lemak adalah kepunyaan Tuhan". Selain lemak—bagi orang Israel—darah juga tidak boleh dimakan karena darah merupakan simbol kehidupan. Prinsip firman Tuhan dalam persembahan korban keselamatan adalah "Segala yang terbaik adalah kepunyaan Tuhan!" Berikanlah yang terbaik kepada Tuhan. Bagaimana dengan Anda? [GI Abadi]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design