Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Oktober   »   

Ujian Keikhlasan

Jumat, 11 Oktober 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : 2 Korintus 8:1-15

Semua ungkapan kebaikanĀ—termasuk memberiĀ—haruslah dilandasi oleh kasih. Karena memberi kepada sesama itu bersifat sukarela, maka memberi itu merupakan ujian terhadap keikhlasan kasih jemaat Korintus (8:8). Rasul Paulus berusaha membangkitkan keikhlasan jemaat Korintus dengan memberikan informasi tentang jemaat-jemaat di wilayah Makedonia (termasuk di antaranya adalah jemaat di Filipi, Tesalonika, dan Berea), yang walaupun sangat miskin (bila dibandingkan dengan jemaat di Korintus), namun kaya dalam kemurahan, sehingga mereka dengan penuh semangat ikut mendukung pelayanan dengan kondisi keuangan mereka yang terbatas (8:1-4).

Selain memberikan contoh yang diperagakan oleh jemaat di Makedonia, Rasul Paulus menjelaskan beberapa prinsip tentang persembahan yang digunakan untuk pelayanan sosial: Pertama, kasih karunia Tuhan Yesus Kristus (yang sebenarnya kaya) yang rela menjadi Manusia (yang menanggalkan kekayaan-Nya sehingga menjadi miskin) perlu kita teladani dengan cara berlaku murah hati kepada sesama yang memerlukan bantuan kita (bandingkan dengan 8:9). Kedua, kata "keikhlasan" (8:8) menunjukkan bahwa tindakan menolong orang lain yang memerlukan bantuan kita itu harus dilakukan dengan sukarela (8:11-12). Ketiga, tindakan menolong orang lain yang membutuhkan bantuan keuangan itu bukanlah dimaksudkan untuk memanjakan, tetapi supaya ada keseimbangan (8:13-14) yang membuat setiap orang (orang kaya maupun orang miskin) bisa menikmati berkat Tuhan. Prinsip keseimbangan ini mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kekurangan masing-masing, sehingga orang yang lebih kaya pun mungkin memiliki kekurangan yang membuat dia memerlukan bantuan sesama (yang lebih miskin, namun memiliki kelebihan dalam hal lain). Dengan demikian, prinsip keseimbangan ini akan membuat yang kaya tidak merasa superior dan yang miskin tidak merasa rendah diri, dan prinsip keseimbangan ini bersifat mempersatukan orang percaya.

Apakah Anda sudah mengembangkan kepekaan untuk membantu sesama? Ingatlah bahwa membantu ini bukan hanya menyangkut keuangan, tetapi bisa berarti memperhatikan, mengunjungi, mendoakan dan sebagainya. Kerelaan (keikhlasan) kita untuk membantu sesama akan membangun kesatuan umat Tuhan. [GI Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design