Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   Artikel   »   

Reformasi yang Berkelanjutan

Senin, 21 Oktober 2019
Pengantar Pra-Reformasi
Reformasi bukanlah istilah yang baru muncul di abad ini. Reformasi sudah terjadi di masa lalu, dapat terjadi di masa kini, dan bisa terjadi di masa yang akan datang.

Kata "reformasi" berasal dari kata Latin "reformare" yang menunjuk kepada suatu pembaruan. Reformasi di tubuh gereja adalah upaya perbaikan untuk kembali kepada ajaran Alkitab. Dalam perspektif Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, reformasi sudah muncul berulang kali. Walaupun demikian, reformasi di abad ke-16 memberi dampak yang sangat besar dalam sejarah. Dalam konteks gereja, ada banyak hal terjadi dalam peristiwa reformasi di abad ke-16 itu, baik menyangkut institusi gereja, maupun menyangkut doktrin (para reformator mengembalikan gereja pada keyakinan bahwa keselamatan merupakan anugerah Tuhan melalui iman). Pada masa reformasi, Alkitab mulai diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa yang bisa dipahami oleh orang awam. Dalam perjuangan di masa reformasi ini, firman Tuhan menjadi otoritas dan patokan tertinggi.

Kita mungkin bertanya, "Apakah reformasi telah selesai?" Tentu saja belum. Reformasi akan terus berkelanjutan. Setiap kali gereja melenceng dari kebenaran Alkitab, reformasi diperlukan. Joducus van Loendstein—seorang tokoh Reformed Pietis yang pertama kali menggunakan istilah "Ecclesia Reformata, Semper Reformanda" (Catatan: Istilah ini di kemudian hari dipopulerkan oleh Karl Barth)—berpendapat bahwa gereja tidak boleh berhenti sampai reformasi pengakuan iman, melainkan harus berlanjut dengan reformasi dalam bidang-bidang lain. Bila gereja menyimpang dari kebenaran, gereja harus direformasi. Walaupun gereja sudah kembali pada fondasi doktrin keselamatan yang sesuai dengan firman Tuhan, perlu ada kelanjutan reformasi dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam hal doktrin penyembahan dan pemerintahan gereja. Dosa dan pengaruhnya membuat gereja cenderung ke arah kejatuhan. Oleh karena itu, reformasi harus terus diperjuangkan dengan serius dari waktu ke waktu. Patokannya adalah firman Tuhan.

Menjelang peringatan hari reformasi tahun ini, penulis akan memaparkan beberapa renungan terkait keberadaan gereja dan fungsi gereja dalam dunia. Penulis menganggap perlu mengangkat topik-topik ini untuk mengingatkan bahwa kita—sebagai gereja—harus selalu waspada dan mawas diri, agar gereja selalu berada di jalur kehendak Tuhan, Pemilik dan Kepala Gereja. Kiranya beberapa renungan ini menjadi berkat bagi setiap pembaca. [GI Laazar Manuain]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design