Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   Artikel   »   

Kesetiaannya di Jalan Berliku-liku

Jumat, 1 November 2019
Pengantar Bilangan
Nama Kitab Bilangan dalam Alkitab bahasa Ibrani adalah bemidbar yang artinya adalah "di padang gurun". Di bagian awal dan bagian akhir kitab Bilangan dicantumkan daftar angka—angka yang berkaitan dengan dua sensus berbeda yang dilakukan terhadap bangsa Israel. Sensus pertama dilakukan pada permulaan pengembaraan di padang gurun, sedangkan sensus kedua dilakukan setelah bangsa Israel mengembara di padang gurun selama 40 tahun. Kedua sensus ini dikerjakan oleh Musa berdasarkan perintah TUHAN. Dalam kedua sensus ini, Musa menghitung semua laki-laki Israel yang berusia 20 tahun ke atas (Bilangan 1:2-3; 26:2). Penghitungan ini dilakukan Musa di dua tempat yang berbeda yaitu di gunung Sinai (1:1) pada awal perjalanan dan di dataran Moab, di tepi sungai Yordan dekat Yerikho (26:3) menjelang akhir perjalanan. Selain itu, dalam Kitab Bilangan, kita juga dapat menemukan secara gamblang pemberontakan yang dilakukan bangsa Israel dengan melawan Allah dan Musa (21:5), padahal saat itu mereka sedang menjalani penghukuman TUHAN berupa pengembaraan di padang gurun selama 40 tahun (Bilangan 14:33-34).

Fokus utama kitab Bilangan bukanlah kisah tentang kelemahan dan pemberontakan yang dilakukan oleh bangsa Israel, melainkan kisah tentang TUHAN Allah—yang telah membawa keluar bangsa Israel dari perbudakan di Tanah Mesir—yang bertanggung jawab penuh untuk memelihara kehidupan seluruh bangsa Israel. Gambaran tentang TUHAN yang murah hati, namun tegas dalam keadilan-Nya, terlihat jelas dalam tindakan-Nya. Kitab Bilangan memperkenalkan anugerah Tuhan berupa penebusan dan pendamaian terhadap orang Israel (21:5-9) yang di kemudian hari digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus (bandingkan dengan Yohanes 3:14-16). Saat ini, penebusan dan pendamaian itu telah bisa dinikmati oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Selamat menyimak kesetiaan Tuhan dalam menuntun umat-Nya yang sedang menempuh perjalanan menuju tanah yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel. Selamat ikut bergumul dan menerapkan dengan memperhatikan pergumulan bangsa Israel yang sedang menempuh perjalanan sebagai cermin dari realita kehidupan sehari-hari sampai kita tiba di rumah Bapa yang kekal (Yohanes 14:1-4), dan kita mendengar suara Tuhan Yesus berkata, "Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." (Matius 25:21, 23). [GI Roni Tan]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design