Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   November   »   

Memelihara Identitas Kepunyaan

Sabtu, 2 November 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Bilangan 2

Yakub memiliki dua belas orang anak yang berkembang menjadi dua belas suku Israel. Setiap suku Israel memiliki identitas masing–masing yang unik. Dalam identitas itu terdapat kebanggaan, loyalitas, dan simbol. Panji–panji dalam Bilangan 2 merupakan simbol dalam wujud bendera. Panji–panji itu tidak untuk disimpan, tetapi harus selalu dikibarkan, baik saat menempuh perjalanan maupun saat berhenti dan menetap di suatu daerah, bahkan juga saat berperang. Saat bangsa Israel melakukan perjalanan, panji–panji ini dibawa di barisan terdepan setiap suku. Saat mereka berhenti di suatu daerah, setiap suku berkemah di dekat panji-panji masing–masing suku (2:2). Jadi, saat dalam perjalanan maupun saat berhenti dan berkemah, setiap orang harus berkumpul dengan orang-orang sesuku dan mengikuti komando yang diberikan oleh pembawa panji-panji. Walaupun setiap suku Israel memiliki panji-panji masing-masing, pusat yang mempersatukan mereka semua adalah kehadiran Tuhan dalam Kemah Pertemuan. Kemah Pertemuan ini selalu ditempatkan di tengah-tengah perkemahan bangsa Israel.

Penekanan Tuhan terhadap identitas kesukuan dan kebangsaan amat penting bagi bangsa Israel. Selama tinggal di Tanah Mesir, identitas bangsa Israel adalah sebagai budak yang tidak memiliki hak atas dirinya sendiri. Setelah keluar dari Tanah Mesir, mereka memiliki identitas baru, yaitu identitas sebagai bangsa pilihan Tuhan. Panji-panji dan kemah pertemuan merupakan tanda yang selalu mengingatkan bahwa mereka memiliki identitas baru yang harus selalu mereka ingat dan mereka pertahankan.

Orang Kristen pada masa kini juga menerima identitas baru saat percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dulu, identitas kita adalah sebagai hamba dosa (yang tidak bisa menghindar dari perbuatan dosa). Akan tetapi, saat ini, identitas kita adalah sebagai anak-anak Allah (Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:1), dan sekaligus sebagai hamba-hamba Tuhan yang seharusnya hidup untuk melakukan kehendak Tuhan (bandingkan dengan Lukas 1:38). Identitas yang baru ini harus terus-menerus kita pertahankan dan kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari yang selalu berpusat pada Tuhan yang telah menyelamatkan kita, sehingga orang lain bisa mengenal Tuhan melalui kehidupan kita. Apakah Anda merasa bangga terhadap identitas baru yang telah Tuhan berikan pada diri Anda? [GI Roni Tan]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design