Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   November   »   

Pemimpin Sebagai Gembala

Selasa, 26 November 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Bilangan 27

Rombongan bangsa Israel beserta ternak mereka masih harus menempuh perjalanan panjang sebelum bisa memasuki Tanah Kanaan. Sementara itu, kesalahan yang dilakukan Musa membuat ia tidak diizinkan untuk ikut memasuki Tanah Perjanjian (20:12). Musa menyadari bahwa bangsa Israel memerlukan seorang pemimpin untuk menggantikan dirinya. Oleh karena itu, Musa memohon agar Tuhan mengangkat seorang pemimpin untuk menggantikan Musa, dan Tuhan menunjuk Yosua untuk menjadi pemimpin bangsa Israel. Untuk meneguhkan kepemimpinan Yosua, Tuhan memerintahkan Yosua untuk berdiri di depan Imam Eleazar. Musa diminta untuk memberikan sebagian wibawanya kepada Yosua di depan segenap umat Israel, kemudian imam Eleazar harus menanyakan keputusan Tuhan dengan memakai Urim (27:15-23).

Kepemimpinan seperti apa yang harus menjadi ciri khas Yosua? Kepemimpinan gembala (bandingkan dengan 27:17). Sebagai gembala, Yosua nanti harus memimpin perjalanan umat Israel, memimpin peperangan untuk merebut Tanah Perjanjian, membagi-bagi Tanah perjanjian pada setiap suku Israel. Gambaran tentang Yosua sebagai seorang pemimpin yang harus menggembalakan bangsa Israel ini mengingatkan kita kepada peran Tuhan dalam kehidupan umat-Nya. Jadi, bukan sekedar gambaran Tuhan sebagai Raja tapi juga gambaran Tuhan sebagai gembala atas umatNya yang digambarkan melalui kepemimpinan Yosua. Konsep Tuhan sebagai gembala banyak disebut dalam Perjanjian Lama dan juga dalam Perjanjian Baru. Dalam Matius 9:36, orang banyak disebut oleh Tuhan Yesus sebagai seperti domba yang tidak bergembala. Yosua merupakan gambaran tentang konsep Gembala Agung dalam Perjanjian Lama, sedangkan Tuhan Yesus merupakan penggenapan dari Sang Gembala Agung yang menjagai dan mau mengorbankan nyawa-Nya bagi umat gembalaan-Nya. Tuhan Yesus juga memanggil kita untuk menjadi gembala bagi sesama kita (Bandingkan dengan Yohanes 21:15-17). Kita harus menjadi gembala yang memperhatikan dan menjagai sesama serta senantiasa siap sedia menolong sesama yang sedang mengalami kesulitan. Sudahkah Anda menjalankan tugas sebagai gembala bagi sesama umat Tuhan dengan menunjukkan kepedulian dan mendoakan mereka? [GI Roni Tan]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design