Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Desember   »   

Tegakkanlah Keadilan!

Rabu, 4 Desember 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Bilangan 35

Ada pembunuhan yang disengaja dan ada pembunuhan yang tidak disengaja atau pembunuhan yang sebenarnya merupakan suatu kecelakaan. Sering terjadi bahwa pihak yang terbunuh—keluarga atau teman—dikuasai oleh emosi sehingga melakukan pembalasan tanpa berpikir panjang. Akibatnya, kadang-kadang terjadi pembalasan yang salah sasaran atau pembalasan kepada orang yang sesungguhnya tidak bersalah. Untuk mengatasi persoalan semacam itu, ditetapkanlah kota-kota perlindungan yang tersebar di enam kota. Tersangka pembunuh yang melakukan pembunuhan secara tidak sengaja dapat melarikan diri ke kota-kota itu, dan di sana penuntut balas tidak boleh melakukan pembalasan sebelum tersangka pembunuh itu dihadapkan ke rapat umat untuk diadili. Rapat umat itulah yang akan memutuskan apakah tersangka pembunuh itu benar-benar bersalah atau tidak, dan rapat umat itu juga yang memutuskan hukuman yang dijatuhkan bila ternyata bahwa tersangka pembunuh itu memang bersalah.

Tuhan menetapkan kota-kota perlindungan karena Tuhan yang adil itu menentang ketidakbenaran dan ketidakadilan. Dia selalu menghakimi secara adil dan keputusan-Nya tidak pernah salah. Kota perlindungan ditetapkan untuk memastikan terjadinya penghakiman yang adil. Dengan demikian, bisa dihindarkan terjadinya penumpahan darah orang yang tidak bersalah. Berlaku adil merupakan salah satu tuntutan Tuhan yang terutama terhadap umat-Nya (bandingkan dengan Mikha 6:8). Praktik suap adalah suatu praktik yang terkutuk karena suap bisa membuat keadilan diputarbalikkan (Ulangan 16:19; 27:25). Praktik menerima suap yang dilakukan oleh anak-anak Nabi Samuel membuat mereka tidak bisa meneruskan posisi ayah mereka sebagai hakim yang amat dihormati di Israel (1 Samuel 8:3-5). Tuhan menginginkan agar keadilan ditegakkan bukan hanya dalam masalah-masalah kriminal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perdagangan, berlaku adil juga berarti menjauhi kecurangan. Ketepatan timbangan amat ditekankan dalam Perjanjian Lama (Imamat 19:35-36; Bilangan 25:13; Ulangan 25:15; Amsal 11:1; 16:11; 20:10, 23; Mikha 6:11). Apakah dalam posisi Anda saat ini (sebagai orang tua, pemimpin perusahaan, pemimpin organisasi, penegak hukum, dan sebagainya), Anda telah berlaku adil dalam setiap keputusan yang Anda ambil? [GI Roni Tan/GI Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design