Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Desember   »   

Tuhan adalah Hakim yang Adil

Kamis, 12 Desember 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Mazmur 7

Mazmur 7 perlu dibaca secara bersebelahan dengan Mazmur 6. Dalam Mazmur 6, sang pemazmur mengalami penderitaan karena dirinya telah melakukan kesalahan yang mendatangkan murka dan pendisiplinan Allah. Dalam Mazmur 7, pemazmur mengemukakan bahwa dirinya mengalami masalah, padahal dia merupakan pihak yang tidak bersalah.

Seperti dalam Mazmur 6, dalam Mazmur 7 pun, pemazmur merasakan ancaman dari lawan yang digambarkan seperti singa yang berupaya untuk menerkam dirinya (7:2-3). Lalu, apa yang dilakukan oleh pemazmur dalam menghadapi situasi seperti itu? Ia membawa perkaranya ke hadirat Allah dan berupaya untuk mengemukakan ketidakbersalahannya (7:4-6). Klaim ketidakbersalahan itu diikuti dengan kesiapan menanggung konsekuensi jika ternyata ia ditemukan bersalah. Pemazmur meyakini bahwa sifat Tuhan adalah adil (7:10, 12). Ia percaya bahwa Tuhan adalah Hakim atas segala bangsa, dan hal itu berarti bahwa Tuhan juga merupakan Hakim atas dirinya dan musuhnya (7:7-9). Ia tahu bahwa Allah bukan hanya memeriksa perbuatan yang kelihatan, namun juga memeriksa sampai kepada batin yang terdalam (7:10). Oleh karena itu, dia percaya bahwa ia akan ditemukan sebagai orang yang tulus ikhlas (7:9). Sementara itu, akan terungkap bahwa lawannya penuh dengan kejahatan dan kelaliman (7:15). Atas dasar keadilan Allah, ia percaya bahwa ia akan luput dari kejaran musuh, sedangkan rancangan musuh akan digagalkan dan bahkan akan dibalikkan kepada mereka sebagai wujud hukuman Allah (7:16-17).

Dalam dunia yang telah jatuh dalam dosa, tidak jarang kita mengalami masalah yang bukan disebabkan oleh kesalahan kita. Bayangkanlah perundungan (bullying) yang dialami oleh anak yang "lemah" di sekolah, permusuhan dari partner di tempat kerja, serta persekusi dari orang yang berbeda keyakinan sebagai contoh tindakan permusuhan yang bisa jadi timbul tanpa adanya kesalahan dari pihak "korban". Jika Anda sedang mengalami situasi seperti itu, bawalah perkara tersebut ke hadapan Tuhan kita. Mengeluhlah kepada-Nya, dan mintalah keadilan dari Tuhan. Hakim yang adil itu akan menunjukkan keadilan-Nya, baik secara langsung di dunia ini sekarang atau menyimpannya untuk penghakiman akhir kelak. [GI Williem Ferdinandus]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design