Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Desember   »   

Ketika Allah Terasa Jauh

Minggu, 15 Desember 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Mazmur 10

Apa yang biasanya kita lakukan saat kita menjumpai kenyataan bahwa pelanggaran/kejahatan tetap tidak bisa ditindak sekalipun sudah diperhadapkan dengan hukum? Mungkin, kita akan mulai mempertanyakan pihak yang berwenang, bahkan mempertanyakan otoritas dari hukum yang berlaku. Hal semacam inilah yang sempat dipertanyakan oleh Daud kepada Allah, "Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh dan menyembunyikan diri-Mu pada waktu-waktu kesesakan?" (10:1). Keluhan Daud didasarkan atas kenyataan yang dialaminya. Ia menjumpai orang fasik yang seakan-akan menari-nari di atas kenyataan bahwa ada Allah yang menghakimi dunia. Orang fasik ini digambarkan sebagai orang yang congkak dan penuh tipu daya (10:2). Mereka sombong dan berani menista Tuhan (10:3). Mereka berpikir bahwa mereka aman dari penghakiman Allah (10:4, 6, 11). Tindakan-tindakan mereka selalu berhasil (10:5). Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, tipu dan kelaliman (10:7). Mereka menindas orang yang lemah dan orang yang tidak bersalah untuk kepentingan mereka sendiri (10:8-10).

Umumnya, orang bisa menjadi bersikap skeptis (ragu-ragu, kurang percaya) terhadap penegakan hukum saat melihat kejahatan dan penderitaan yang terjadi di sekitarnya. Bahkan, skeptisisme ini dapat membuat orang mempertanyakan keberadaan Allah. Argumennya: Allah yang baik dan mahakuasa tidak mungkin membiarkan kejahatan terjadi. Oleh karena itu, adanya kejahatan menunjukkan bahwa Allah yang baik dan mahakuasa itu tidak ada. Akan tetapi, Daud tidak bersikap seperti itu. Sekalipun Daud merasa bahwa Allah itu jauh (10:1), Daud tetap berseru kepada Allah agar Allah menghajar orang-orang yang berbuat kejahatan (10:15). Ia percaya bahwa Allah melihat¬ótermasuk melihat kesusahan dan sakit hati¬ódan akan bertindak adil (10:14a). Allah tidak hanya melihat, tetapi Ia juga memasang telinga untuk mendengarkan serta menguatkan orang yang tertindas (10:17). Mengapa? Supaya keadilan dinyatakan dan setiap manusia menyadari keterbatasannya dan kedudukannya yang sebenarnya di hadapan Allah (10:18).

Sering kali mudah bagi kita untuk menuduh Allah meninggalkan atau menyembunyikan wajah-Nya dari ketidakadilan yang terjadi di dunia ini. Akan tetapi, percayalah bahwa sesungguhnya Allah melihat, mendengar, dan akan mengulurkan tangan-Nya. [GI Michele Turalaki]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design