Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Desember   »   

Jauh Menjadi Dekat, Dekat Menjadi Jauh

Jumat, 27 Desember 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Matius 2:1-12

Salah satu dampak penggunaan MedSos (Media Sosial) adalah ‘mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat’. Kondisi saat ini yang disebabkan oleh pengaruh medsos itu bukan hal yang baru karena pernah terjadi pada zaman saat kelahiran Yesus Kristus. Tidak diketahui secara pasti dari mana orang Majus dari Timur itu berasal. Yang pasti, mereka datang dari tempat yang jauh. Sebuah perjalanan panjang harus mereka tempuh untuk menemui Bayi Sang Mesias yang secara lahiriah tidak memiliki hubungan dengan mereka. Dari lokasi yang jauh, mereka datang dengan membawa persembahan yang amat berharga. Dari tempat yang jauh, mereka berusaha mendekat ke tempat Bayi Yesus Kristus dilahirkan. Mereka ingin bertemu langsung dengan Sang Bayi Yesus Kristus itu. Sebaliknya, Herodes—raja atas daerah Yudea, Galilea, Samaria dan daerah di sebelah timur sungai Yordan—adalah penguasa daerah tempat Yesus Kristus dilahirkan. Imam kepala dan para ahli Taurat adalah orang-orang Yahudi yang mempelajari dan mengetahui adanya janji tentang Sang Mesias. Secara lokasi, mereka adalah orang-orang yang tempat tinggalnya sangat dekat dengan tempat Yesus Kristus dilahirkan. Sekalipun demikian, ternyata bahwa mereka yang dekat tidak mencari Yesus Kristus. Bahkan, ketika para orang Majus memberitahukan bahwa Bayi Sang Mesias sudah lahir, mereka tetap berdiam diri dan justru meminta para orang Majus itu yang pergi mencari Sang Mesias. Herodes, yang mulutnya berjanji hendak menyembah Sang Mesias bila para orang Majus telah menemukan Bayi itu, ternyata hanya membual, bahkan menjebak. Mereka yang tinggal di tempat yang dekat tidak berniat untuk bertemu dan menyembah Bayi Yesus.

Bagaimana dengan Anda? Berita Natal adalah berita yang setiap tahun kita dengar. Kita mengenal perayaan Natal. Akan tetapi, apakah kita memiliki kerinduan untuk berjumpa secara pribadi dengan Yesus Kristus yang merupakan pusat berita Natal? Sebaliknya, apakah Natal hanya menjadi sekadar rutinitas? Bila Anda melayani saat merayakan Natal, apakah pelayanan itu merupakan suatu persembahan kepada Tuhan atau hanya manipulasi: Seolah-olah kita melayani Tuhan, namun sebenarnya pelayanan tersebut hanya dimaksudkan untuk mendapat kepuasan dan nama baik? Sudahkah Anda bertemu secara pribadi dengan Sang Mesias yang telah lahir itu? [GI Benny Wijaya]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design