Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Desember   »   

Mengenal Allah Melalui Pengalaman

Senin, 30 Desember 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Mazmur 116

Apakah kehidupan Anda bersangkut paut dengan Allah? Ada orang yang merasakan bahwa jalan hidupnya amat bersangkut paut dengan peranan Allah. Akan tetapi, ada pula orang yang beranggapan bahwa jalan hidupnya tidak berkaitan dengan Allah. Mengapa bisa timbul dua pengalaman yang bertolak belakang seperti di atas? Yang menjadi pembeda adalah faktor kesadaran. Iman Kristen memercayai bahwa Allah itu ada dan Allah ikut campur tangan dalam kehidupan orang-orang yang mencari Dia (bandingkan dengan Ibrani 11:6). Oleh karena itu, orang yang beriman menyadari bahwa pengalaman hidupnya berkaitan dengan tindakan (intervensi) Allah. Orang yang tidak beriman beranggapan bahwa segala sesuatu berlangsung tanpa campur tangan Allah, melainkan berlangsung menurut hukum alam dan berdasarkan serangkaian kebetulan. Orang yang beriman berkeyakinan bahwa Allah berkuasa dalam kehidupan di dunia ini, sehingga segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan tidak berlangsung dalam serangkaian kebetulan, melainkan berlangsung dalam rencana dan kendali Allah. Tidak mengherankan bila saat seorang beriman dan seorang tak beriman mengalami peristiwa yang sama, respons mereka berbeda.

Perhatikanlah bahwa dalam bacaan Alkitab hari ini, pemazmur (yang beriman) meyakini bahwa Allah mendengarkan suara dan permohonannya (Mazmur 116:1), menyelamatkan dari bahaya, bahkan meluputkan dari maut (116:6,8). Seperti semua orang pada umumnya, pemazmur pun mengalami banyak masalah, sehingga ia berkata, "Aku ini sangat tertindas." (116:10). Sekalipun demikian, pemazmur mengakui bahwa dia memercayai Tuhan (116:10). Melalui pengalamannya yang tidak semuanya menyenangkan, pemazmur justru meyakini bahwa, "TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang." (116:5). Tuhan memelihara orang yang sederhana (116:6). Tuhan berbuat baik (116:7). Pemazmur tidak terpaku pada hal-hal yang tidak menyenangkan (sangat tertindas, 116:10), tetapi ia bisa melihat kebaikan Allah di tengah situasi tertindas itu. Saat mendekati penghujung tahun ini, marilah kita merenungkan kembali apakah kita masih memiliki iman untuk memercayai kebaikan Allah di tengah semua pengalaman (termasuk yang tidak menyenangkan) dalam kehidupan kita. Apakah Anda selalu mengeluh atau Anda bisa mengatakan. "Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?" (116:12). [GI Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design