Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2019   »   Desember   »   

Kasih Setia Allah Dalam Hidup Kita

Selasa, 31 Desember 2019
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Mazmur 106:1-23

Pada hari ini, kita telah tiba di penghujung tahun 2019. Hari ini merupakan saat yang tepat bagi kita—orang-orang percaya—untuk melakukan pemeriksaan diri dan mengevaluasi seluruh peristiwa yang terjadi di sepanjang tahun 2019 yang segera berlalu ini. Tahun 2019 memberikan tantangan dan kesulitan yang berbeda-beda bagi setiap orang. Bagi sebagian orang, tahun ini penuh kesulitan, dan mungkin juga penuh penderitaan. Bagi sebagian yang lain, tahun 2019 menghadirkan berbagai macam peluang dan keberhasilan. Melalui perenungan terhadap berbagai pengalaman yang nyata di masa yang silam, kita akan bisa menyadari kasih setia Allah dalam kehidupan umat-Nya.

Kasih setia atau hesed (istilah bahasa Ibrani dalam Perjanjian Lama) mengungkapkan kasih dari Allah yang telah mengikatkan diri dalam perjanjian dengan umat-Nya dan yang akan mewujudkan semua yang telah Dia janjikan. Misalnya, Allah tidak melupakan janji yang telah diungkapkan kepada Abraham, Ishak dan Yakub, sehingga Dia mengeluarkan Israel dari perbudakan di Mesir (Mazmur 106:7-11, Keluaran 2:24, 14:15-31). Allah yang memiliki kasih setia itu melindungi, menyelamatkan, dan memberikan segala hal yang baik kepada umat-Nya (Mazmur 17:7, 18:51, 44:27). Akan tetapi, kaum Israel justru "melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka" (106:21). Israel tidak menaati firman Allah, melainkan justru mengabaikan perintah-perintah-Nya (106:13, 25).

Mazmur 106 dapat menjadi landasan bagi kita untuk melakukan refleksi diri dan evaluasi terhadap pengalaman hidup yang telah lewat. Pertama, mungkinkah kita telah bersikap seperti bangsa Israel yang melupakan kasih setia Allah di sepanjang tahun 2019? Pada waktu kesulitan datang jangan-jangan kita menggerutu dan meragukan kebaikan, serta kasih Allah. Akibatnya, kita justru melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Kedua, sewaktu keberhasilan sudah diraih dan kesuksesan telah dalam genggaman, apakah kita bersyukur kepada Tuhan? Sang pemazmur memulai untaian pujiannya dengan bersyukur kepada Allah yang setia (106:1), namun tidak sedikit orang percaya yang berlaku abai dalam bersyukur. Akhiri tahun 2019 dengan mendapatkan kembali kasih setia-Nya. "Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya" (Mazmur 107:1). [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design