Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   Maret   »   

Allah itu Baik dan Setia

Selasa, 17 Maret 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Yosua 21:43-22:34

Selesainya pembagian tanah bagi seluruh bangsa Israel menunjukkan bahwa Allah itu baik dan Ia setia kepada janji-Nya. Janji manusia tidak selalu bisa kita percayai, bukan hanya karena manusia bisa kehilangan kesetiaan, tetapi juga karena manusia tidak selalu mampu memenuhi janjinya. Akan tetapi, janji Allah dapat kita percayai karena Ia mampu memenuhi janji-Nya dan Ia tidak mungkin mengingkari janji-Nya, "Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi." (21:45). Yang menarik untuk diperhatikan adalah bahwa Allah tetap memenuhi janji yang Ia berikan kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, walaupun umat Israel sering mengeluh (saat menginginkan daging maupun saat kekurangan air), bahkan sering berlaku tidak setia. Jelaslah bahwa kesetiaan Allah itu tidak pernah berubah dan tidak tergantung dari respons kita. "Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." (2 Timotius 2:13).

Karena Allah itu baik dan Ia setia kepada janji-Nya, maka sudah sepatutnya bila kita merespons melalui kesetiaan kita kepada-Nya. Kesetiaan kita kepada Allah bisa diungkapkan dengan berbagai cara. Secara umum, kita harus mengungkapkan kesetiaan kita kepada Allah melalui kesetiaan beribadah dan kesetiaan melakukan kehendak Allah. Bagi bangsa Israel saat itu, kesetiaan dalam beribadah diungkapkan melalui kesetiaan menyelenggarakan peribadatan di Kemah Suci. Akan tetapi, karena Kemah Suci berada di sebelah Barat Sungai Yordan, dua setengah suku Israel yang diam di sebelah Timur Sungai Yordan (suku Ruben, suku Gad, dan setengah suku Manasye) memutuskan untuk membuat mezbah tiruan di sebelah Timur Sungai Yordan, bukan untuk menyelenggarakan peribadatan sendiri, tetapi untuk mengingatkan mereka bahwa mereka beribadah kepada Allah yang sama dengan saudara-saudara mereka yang berdiam di sebelah Barat Sungai Yordan. Pada masa kini, sebagian orang Kristen memakai tanda salib sebagai gantungan kalung atau hiasan dinding untuk mengingatkan diri mereka agar tetap setia kepada Yesus Kristus yang telah mati disalib untuk menebus dosa manusia. Kita bisa pula memasang hiasan dinding bertuliskan ayat Alkitab untuk mengingatkan kita akan janji Allah yang harus kita pegang atau kehendak Allah yang harus kita taati. [GI Mathindas Wenas/GI Purnama]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design