Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   April   »   

Menebus Kesempatan

Sabtu, 4 April 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Markus 14:10-25

Dalam konteks seputar perjamuan terakhir sebelum Yesus Kristus disalibkan, ada dua tokoh penggenap nubuat yang dicatat dalam Alkitab. Tokoh pertama adalah Yudas. Ia adalah seorang tokoh antagonis (lawan tokoh utama) yang melekat kuat dalam benak para pembaca Alkitab. Sebagai seorang yang hidup dekat dengan Tuhan Yesus, ia justru secara aktif mendatangi pihak yang terang-terangan memusuhi Yesus Kristus. Ia merencanakan dan menerangkan cara menangkap Yesus Kristus kepada para imam kepala, bahkan ia mendapat upah dari rencana jahatnya. Yudas gagal "memanfaatkan" peluang sepanjang tiga tahun yang terbuka lebar di depan matanya. Bila ia bukan pengkhianat, seharusnya ia bisa menjadi salah seorang penerus pekerjaan Tuhan Yesus di muka bumi ini.

Tokoh kedua tidak terkenal, bahkan Alkitab tidak menyebut namanya, seakan-akan nama itu tidak terlalu penting. "Apalah arti sebuah nama?" ujar Shakespeare. Dia tidak mendapat privilege (hak istimewa) seperti Yudas yang hidup dekat dengan Tuhan Yesus selama tiga tahun. Alkitab hanya menyebut orang ini sebagai pemilik rumah yang tidak dikenal oleh dua murid yang diutus Tuhan Yesus untuk mempersiapkan Paskah bagi-Nya. Sekalipun demikian, ketika Yesus Kristus membutuhkan tempat, ia segera menyediakan ruang atas rumahnya yang besar yang sudah lengkap dan tersedia (14:15). Apa maksud "lengkap dan tersedia"? Apakah ia pernah membayangkan kehadiran Tuhan Yesus dalam rumahnya sehingga ia dengan sengaja menyediakan segala yang diperlukan untuk perjamuan Paskah? Kita tidak dapat memastikan. Kemungkinan besar, hanya sekali ini saja Yesus Kristus datang ke rumahnya dan memakai rumah itu sebagai tempat bersejarah bagi jutaan orang percaya. Orang ini berhasil "memanfaatkan" secara maksimal satu-satunya peluang di depan matanya untuk menjadi salah seorang yang "berjasa" menjelang kematian Yesus Kristus. Kalau kita bisa memilih, saya yakin bahwa kita tidak ingin menjadi Yudas. Meskipun dekat dengan Yesus Kristus, apa gunanya kalau ia pada akhirnya celaka (14: 21). Lebih baik jadi orang yang tidak "dekat" dengan Yesus Kristus, tetapi berguna bagi Dia, setuju? Saya tidak setuju! Tindakan menyediakan rumah untuk salah satu peristiwa paling bersejarah dalam kekristenan memberi petunjuk bahwa ia tidak "jauh" dari Tuhan. Seberapakah kita mengerti hati Tuhan? Tebuslah kesempatan yang ada! [GI Mario Novanno]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design