Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   April   »   

Ketika Hati Dikuasai Kegelapan

Rabu, 8 April 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Markus 15:1-15

Tidak ada yang pernah menyangka bahwa seorang presiden Amerika Serikat dapat terjerat skandal seks. Bukankah presiden sebuah negara besar seperti Amerika yang disumpah di bawah Alkitab harus terjamin kesalehan karakternya? Tak ada yang pernah menyangka bahwa seorang mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) bisa terjerat kasus korupsi. Bukankah ketua MK seharusnya sudah melewati seleksi ketat, termasuk ujian integritas? Kegagalan para tokoh besar untuk menjaga kesucian hidup membuat banyak orang merasa apatis.

Tidak ada bukti kuat untuk mendakwa Yesus Kristus dengan tuduhan penistaan agama. Pilatus pun enggan menjatuhkan hukuman karena ia tidak menemukan bukti terhadap tuduhan bahwa keberadaan Yesus Kristus mengancam stabilitas keamanan di wilayahnya. Akan tetapi, ia tidak berani menolak tuntutan orang-orang Yahudi yang menghendaki Yesus Kristus disalibkan. Firman Tuhan mengenai bagaimana Yesus Kristus akan mati harus digenapi, tetapi imam-imam kepala mengambil peran penting dalam proses pengambilan keputusan untuk menyalibkan Yesus. Alasan apa pun yang dikemukakan oleh Pilatus untuk membela Yesus Kristus tidak akan mempan karena hati para penuduh itu sudah gelap. Tidak perlu penyelidikan menyeluruh untuk membuktikan fakta menyedihkan dan mengerikan ini. Pilatus saja mengetahui bahwa imam-imam kepala menyerahkan Yesus Kristus karena dengki. Kedengkian yang tidak dibereskan menggiring mereka untuk menghasut orang banyak agar memaksa Pilatus memilih membebaskan Barabas (seorang pembunuh dan pemberontak) daripada Yesus Kristus yang tidak bersalah. Kedengkian yang merajalela itu pula yang membuat orang-orang itu berteriak, "Salibkanlah Dia!", sehingga menanglah kuasa kegelapan atas diri orang-orang itu.

Gelap hati mengambil banyak bentuk dalam diri seseorang. Para bapa gereja kuno mengajarkan tentang tujuh dosa maut—yaitu kesombongan, ketamakan, iri hati, kemarahan, hawa nafsu, kerakusan, dan kemalasan—yang menjalar menjadi dosa-dosa lainnya. Apakah salah satu dari tujuh dosa itu sedang menguasai hati Anda? Apakah ada dosa lain yang sedang menggoda Anda? Jangan biarkan dosa bekerja hingga membuat hati Anda gelap sama sekali. Datanglah kepada Tuhan, mintalah pertolongan-Nya. Sadarilah betapa seriusnya dampak hati yang dikuasai dosa jika tidak dibereskan. Jangan sampai terlambat! [GI Mario Novanno]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design