Sinode Gereja Kristus Yesus
Gereja Yang Mulia Dan Missioner
Kata Yesus, "Kamu adalah Terang Dunia"
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Literatur   »   GEMA   »   2020   »   April   »   

Penderitaan Yesus

Kamis, 9 April 2020
Renungan GeMA
Bacaan Alkitab hari ini : Markus 15:16-32

Setelah diputuskan bahwa Ia akan disalib, Yesus Kristus berhadapan dengan kebiadaban serdadu Romawi. Secara sarkastis, para serdadu mengejek dengan mengenakan jubah ungu dan menaruh mahkota duri di kepala-Nya. Mereka menghina secara terang-terangan, padahal mereka tidak tahu kebenaran sesungguhnya. Luka-luka yang mengoyak tubuh itu pasti terasa sangat perih saat bergesekan dengan kain jubah ungu. Lalu, mahkota duri yang cukup panjang itu minimal merobek-robek kulit kepala Yesus Kristus. Membayangkan saja sudah membuat ngilu dalam hati. Tetapi, mereka masih tega memukul kepala-Nya sehingga menancapkan duri menusuk masuk ke dalam tengkorak kepala Yesus Kristus. Penghinaan itu masih ditambah dengan meludahi-Nya.

Jika kita adalah salah satu serdadu Romawi dan ada bisikan kuat yang mengatakan, "Ayo, lakukan sesuatu! Kasihan Manusia itu. Jangan diam saja!" Beranikah kita mengambil tindakan? Kemungkinan terburuk adalah bahwa kita akan dianiaya bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Seberharga itukah Yesus Kristus bagi saya? Saya kira, mungkin sikap saya akan lebih buruk dari Simon orang Kirene yang dipaksa memikul salib Yesus Kristus. Bila saya yang dipaksa memikul salib itu, mungkin saya akan menolak meskipun di bawah tekanan yang kuat. Di saat seharusnya saya setia, saya tidak punya cukup keberanian untuk setia.

Yesus Kristus tidak menolak penderitaan yang harus Ia alami. Ia membiarkan dirinya dihina dan dianiaya. Ia membiarkan diri-Nya ditinggalkan sendirian. Ia memilih untuk berada di tengah-tengah dua orang penyamun daripada berada di atas takhta kemuliaan-Nya di sorga. Ia membiarkan saja orang-orang terus-menerus meledek dan menghujat diri-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang sanggup menggoda Dia untuk turun dari salib dan membuktikan siapa Dia sebenarnya. Benarkah sebegitu berharganya manusia? Harganya terlalu mahal, bahkan overpriced (kemahalan).

Tidak ada kata-kata yang cukup tepat untuk mendeskripsikan ketimpangan yang nyata antara pengorbanan Kristus bagi manusia dengan usaha "balas budi" manusia untuk Kristus. Jika saya mengharapkan anak saya menaati saya atas dasar kasih saya kepadanya, saya hanya akan menuai kekecewaan. Itu adalah penderitaan tersendiri bagi saya. Bayangkan penderitaan yang Tuhan alami demi setiap manusia yang Dia tebus karena kasih-Nya. [GI Mario Novanno]
COPYRIGHT © 2013 Gereja Kristus Yesus. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design